Pemuda Desa Mandangin Ikuti Audisi Putra-Putri Batik Sampang

Audisi Putra Putri Batik Sampang
Putra putri desa Mandangin yang mengikuti audisi PPBS. (Foto: RIF/MI)

maduraindepth.com – Pemuda Desa Mandangin mengikuti pemilihan putra dan putri batik Sampang (PPBS). Pemilihan dengan tema revitalisasi peran pemuda daerah melestarikan batik menghadapi era 4.0 digelar di gedung Dekranasda, Sabtu (3/10) malam kemarin.

Adalah Putra Nabil yang mengenakan busana batik Bangsacarah malam itu. Dia mewakili Sampang 1 dalam audisi putra-putri batik Sampang.


Pemuda kelahiran Desa Pulau Mandangin itu lolos sebagai top 6 putra putri batik Sampang 2020.

Putra Nabil menyampaikan, melalui kegiatan PPBS itu batik yang ada di Sampang bisa dikenalkan kepada publik. Sehingga batik Kota Bahari kualitasnya bisa bersaing di kalangan mana pun.

“Alhamdulillah saya telah dinyatakan sebagai pemenang dalam PPBS tahun 2020,” ujarnya.

Menurut dia, acara tersebut penting sekali dilaksanakan untuk menjaga dan merawat serta melestarikan budaya asli Indonesia. Khususnya budaya Sampang, Madura, Jawa Timur.

“Saya siap untuk mengembangkan batik di kancah regional maupun internasional dengan cara membrandingkan personal saya untuk bisa menginspirasi seluruh pemuda pemudi yang ada di Kabupaten Sampang,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Mandangin, Lukman Hakim menyampaikan selamat dan sukses atas terpilihnya Putra Nabil dan Putri Uyun sebagai pemenang PPBS tahun 2020. Keduanya meraih top 6 besar dalam ajang pemilihan tersebut.

“Kami berharap mereka berdua nantinya akan menjadi ikon dalam menyambut pembangunan desa wisata Pulau Mandangin,” harap Lukman.

Baca juga:  RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan Jadi Tempat Rujukan Pasien Corona

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi melalui Sekdakab Sampang Yuliadi Setiawan menyampaikan selamat kepada 17 finalis putra-putri batik Sampang yang mewakili kecamatannya masing-masing.

“Kalian terpilih dari 70 lebih peserta audisi. Saya sangat yakin kalian adalah salah satu generasi yang bisa membanggakan Kabupaten Sampang,” ucapnya.

Pihaknya, lanjut dia, sangat senang meski acara tersebut digelar dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Mengingat kegiatan digelar di tengah pandemi.

Menurutnya, dengan demikian meski dalam situasi pandemi geliat kegiatan budaya di Sampang tidak meredup. Dia mengkonfirmasi, tujuan PPBS untuk merawat batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa.

“Batik merupakan budaya adiluhung bangsa Indonesia. Kita ketahui bersama batik telah diakui oleh dunia. Sehingga warisan budaya ini harus kita pertahankan,” tutupnya. (RIF/MH)