Mengasah Keterampilan, 10 Tahun Pemuda Pamekasan Jadi Tukang Pasang Stiker

Agus tukang pasang stiker di Jalan Jokotole Pamekasan.

maduraindepth.com – Setiap orang mempunyai keterampilan dan bakat. Misalnya menjadi tukang pasang stiker. Keterampilan itu jika ditekuni bisa menguntungkan dan menghasilkan uang. Seperti yang dialami Agus (28) warga Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu.

Karir Agus menjadi tukang pasang stiker bertempat di Jalan Jokotole, depan Pemda timur Pemkab Pamekasan. Di sana, Agus beraktivitas tiap hari. Dia melayani pemasangan, mulai pukul 08:00-15.00 WIB. Modifikasi bebas dilakukan semua kendaraan, mulai dari motor hingga mobil bahkan barang lain seperti helm.


Kepada Maduraindepth Agus mengatakan, pihaknya bergelut menjadi tukang pasang stiker sudah berjalan 10 tahun. Perjalannya secara perlahan meningkat. Dari mangkal menggunakan motor, berubah ke mobil.

Dulu, kata Agus, baru pertama merintis pemasangan stiker, pihaknya masih menggunakan sepeda motor. Itu berjalan selama tiga tahun. Kemudian, menggantikannya dengan mobil. Tak lain mobil tersebut digunakan untuk memuat sejumlah stiker.

Menurut Agus, menjadi pemasang stiker tidak asal dilakukan setiap orang. Memang tampak dilihat mudah, namun ketika dipraktikkan sulit. Artinya hal tersebut bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu.

“Saya tidak kursus. Belajar ke temen di Surabaya dan Malang,” kata Agus.

Pemasang stiker, ungkap Agus, tidak sedikit dijumpainya. Namun yang memperhatikan kualitas dan cara pasangnya sedikit. Melayani pemasang, pihaknya mengedepankan kualitas. Sehingga pelanggan puas.

Baca juga:  Jelang HSN, Model Muslimah Ini Juara 1 Karena Latar Belakang Santri

Per hari, lanjutnya, penghasilannya tidak menentu. Namun bisa ditaksir antara Rp 300 – 400 ribu. Pemasang stiker juga mengalami pasang surut. Hal demikian juga bergantung pada setiap musim. “Kadang pesat, kadang biasa. Musimnya tidak menentu,” pungkasnya. (NR/MI)