Majelis Musyawarah Masyarakat Bangkalan Dukung Ra Imam Maju Pilkada 2024

M3b dukung ra imam pilkada bangkalan 2024
Dukungan M3B untuk Ra Imam menjadi Calon Bupati Bangkalan. (Foto: Romi/MID)

maduraindepth.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Majelis Musyawarah Masyarakat Bangkalan (M3B) dukung KH Imam Bukhori Kholil sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bangkalan.

Sekretaris M3B, Harun Al Rasyid menyampaikan, bahwa Bangkalan mempunyai banyak potensi. Dia menyayangkan apabila tidak dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Bangkalan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan dan dibenahi di Bangkalan, salah satunya terkait perampingan birokrasi dan mengoptimalkan kerja aparatur birokrasi,” tuturnya, Ahad (5/5).

Kata Harun, M3B telah melakukan kajian dan berdiskusi dengan berbagai kalangan dalam mencari sosok pemimpin Bangkalan yang akan dipilih dalam pilkada 2024 ini. Hasil kajian yang diperoleh, kepala daerah Bangkalan selain harus visioner, juga harus sosok yang tegas, berani, jujur, dan amanah. Syarat tersebut penting dengan melihat fakta-fakta yang terjadi sebelumnya di Kota Dzikir dan Shalawat.

Melihat fakta dan kriteria tersebut, Harun menegaskan, M3B menjatuhkan pilihan dan mendukung KH Imam Bukhori Kholil untuk maju menjadi bakal calon Bupati Bangkalan 2024-2029. Harun menjelaskan alasan M3B memberikan dukungan, antara lain, Ra Imam adalah Ulama atau kiai yang moderat dan egaliter.

“Dia biasa berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai kalangan masyarakat. Secara intelektualitas Ra Imam juga mumpuni dan visioner, mempunyai visi kuat untuk membangun Bangkalan yang lebih baik,” jelasnya.

Baca juga:  Tak Lolos ke Senayan sebagai Anggota DPR RI, Abu Hasan Nyalon Bupati Sumenep

Harun menegaskan, M3B akan menggalang kekuatan dan dukungan dari berbagai pihak agar Ra Imam bisa menjadi pemimpin masa depan Bangkalan. Dukungan dari berbagai kalangan itu sangat diperlukan agar Bangkalan mempunyai kepala daerah yang berani, tegas, visioner, jujur, dan amanah.

“Sosok Ra Imam, karena diyakini bisa menjadi pemimpin yang baik dan bisa melayani masyarakat, bukan pemimpin yang dilayani,” pungkasnya. (RM/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *