Kantor MWCNU Pangarengan Mulai Dibangun, Wabup dan Kiai Itqon Letakkan Batu Pertama

Wabup Sampang, Abdullah Hidayat (batik) saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan kantor MWCNU Pangarengan. (FOTO: Alimuddin/MiD)

maduraindepth.com – Wakil Bupati (Wabup) Sampang, Abdullah Hidayat mengapresiasi terlaksananya pembangunan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pangarengan. Hal ini disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pada Kamis (7/9).

“Selamat atas pembangunan kantor baru, dengan adanya kantor ini, kami yakin seluruh peran dan fungsi MWC NU Pangarengan akan makin terlaksana dengan maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan gedung ini bisa menjadi angin segar di tubuh MWC NU Pangarengan. Sebab ia meyakini, berdasarkan rekam jejak peran serta NU, ulama dan pesantren dalam pembangunan manfaatnya untuk masyarakat tidak bisa diragukan lagi.

“Jika sudah berdiri manfaatkanlah gedung ini sebagai dapur ide dan gagasan strategis yang akan memperkuat gerakan dan amaliah kaum Nahdliyyin di wilayah Pangarengan, Sampang,” tuturnya.

Sementara Ketua PCNU Sampang, KH. Mohammad Itqon Bushiri menegaskan, NU merupakan organisasi yang menjaga iman, Islam dan umat. Menurutnya, siapapun yang menjaga ulama dan berkenan mengurusi NU, maka isnyaallah akan sukses.

Dalam kesempatan itu, Kiai Itqon juga mengajak masyarakat agar sama-sama menjaga NU. Sebab saat ini banyak paham-paham yang menggerogoti ahlussunnah wal jamaah (Aswaja), terutama di Indonesia.

Ia berharap pembangunan kantor MWCNU Pangarengan ini bisa menjadi pusat kontrol dan informasi umat. Tak hanya itu, pembangunan ini juga diharapkan bisa menjadi garda penjaga agama, umat dan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga:  Warga Desa Jrengik Minta Perbaikan Fasum, Wabup Sampang: Semoga Jihad Jilid 2 Diberi Kepercayaan

“Kita tetap solid, meski sudah ada paham Wahabisme berasal (dari) Arab yang siap menyerang umat Islam di dunia. Kita jangan takut karena kita tidak hanya pegang Alquran dan Hadits, tetapi kitab-kitab para ulama kita akui dan pesantren sudah ada sebelum Arab mendeklarasikan sebagai negara,” ungkapnya.

Pihaknya menyebut, anggaran yang digunakan untuk pembanguan kantor tersebut murni dari sumbangan atau swadaya secara suka rela antar pengurus dan kader NU. “Alhamdullah kami mengumpulkan uang sekitar Rp 135 juta, karena rasa cinta dan kepemilikan bersama, akhirnya bisa dibangun kantor dengan peletakan baru pertama ini,” ujarnya. (Alim/MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *