Idul Fitri di Tengah Pandemi, Kepala Kemenag Sampang: Semoga Covid-19 Segera Diangkat Agar Bisa Ibadah Secara Normal

0
42
Kemenag Sampang
Kepala Kemenag Sampang H. Pardi. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena dirayakan di tengah pandemi virus corona. Sebab itu pemerintah menganjurkan merayakan hari kemenangan ini di rumah saja.

Bagi umat Islam di Indonesia, Idul Fitri tidak hanya dimaknai sekedar selesainya menjalankan ibadah puasa selama Ramadhan. Tapi sebagai momen menyambung tali silaturahmi dan memperbaiki hubungan dengan keluarga sanak famili, kerabat dan orang lain.

Bersalaman dan saling memaafkan yang dilakukan umat Islam di Indonesia usai salat ied sudah menjadi perkara sakral. Merayakan Idul Fitri tanpa berkunjung ke rumah kerabat rasanya kurang afdol, bahkan kerabat jauh yang berada di luar kota harus mudik untuk bersilaturahmi dan melepas rindu dengan keluarga, famili dan kerabat di kampung.

Namun Idul Fitri tahun ini tidak normal seperti tahun-tahun sebelumnya karena harus merayakannya ditengah pandemi Covid-19. Terasa berat menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dengan dan melakukan perlindungan diri dari penyebaran virus baru.

Adalah fakta yang harus dihadapi bersama. Tanpa melupakan ikhtiar, masyarakat harus merayakan Idul Fitri dan memperhatikan protokol kesehatan.

Kepala Kemenag Sampang H. Pardi menyampaikan, ada empat hal yang bisa dipetik dan menjadi hikmah. Yakni kesederhanaan, prioritas, kebersamaan dan taqorrub.

H. Pardi menjelaskan, kesederhanaan merupakan nilai terbesar yang ditunjukkan oleh Allah Ta’ala untuk kita. Di tengah pandemi ini kita bisa mengambil pelajaran betapa pentingnya melakukan introspeksi diri.

“Karena di masa pandemi banyak hal yang dibatasi, tapi sesungguhnya itu pelajaran dahsyat yang dikehendaki Allah agar kita selalu introspeksi,” ujarnya pada maduraindepth.com, Sabtu (23/5) malam.

Menurutnya, ditengah pandemi masyarakat harus tereliminasi dari kehidupan normal. Sebab itu, hal-hal prioritas yang semestinya didahulukan agar kita dapat menentukan kematangan dan menjalani kehidupan.

Kata H. Pardi, harus diakui bahwa selama ini terkadang kita terlalu mengejar perkara yang ‘wah’ dengan caranya sendiri. Padahal perkara yang dilakukan secara kolektif adalah cara terbaik untuk mencapai target.

Hikmah paling besar yang bisa dipetik adalah taqorrub, mendekatkan diri kepada sang Pencipta. Jika direnungkan, esensinya nilai kehambaan kita ditentukan oleh kedekatan hamba dengan Rab-Nya.

“Dengan bekerja di rumah atau di kantor dengan segala pembatasannya maka jadi ada waktu untuk mendekat lebih baik pada Allah,” tuturnya.

Terakhir, orang nomor wahid di lingkungan Kantor Kemenag Sampang itu mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1441 H. Dia berharap wabah ini segera diangkat oleh Allah agar bisa menjalani ibadah secara normal.

“Semoga Covdi-19 diangkat oleh Allah dan kita bisa beribadah secara normal,” tutupnya. (MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here