Hadapi Musim Hujan, BPBD Sampang Bentuk Tim Siaga Bencana

Musim Hujan
Pengendara menerobos hujan lebat di jalan raya Torjun, Sampang, Madura, Jawa Timur. (Foto: MH/MI)

maduraindepth.com – Memasuki musim penghujan tahun 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Juanda Surabaya menginformasikan perubahan iklim di Jawa Timur, khususnya di Madura.

Dalam informasi terbarunya yang dikeluarkan pada tanggal 19 Oktober 2020 pukul 14:20 WIB, Peringatan Dini Cuaca Jawa Timur masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.


Dalam informasi tersebut diantaranya adalah Kabupaten Bangkalan yakni, Kecamatan Konang. Sementara untuk Kabupaten Sampang diprediksi akan terjadi angin kencang dan hujan lebat di beberapa Kecamatan, diantaranya adalah Kecamatan Ketapang, Kecamatan Jrengik, Kecamatan Banyuates, Kecamatan Sokobanah, Kecamatan Robatal, Kecamatan Tambelangan, dan Kecamatan Kedungdung.

Atas informasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sampang bergegas membentuk tim untuk melakukan kesiap-siagaan terhadap terjadinya bencana angin kencang atau puting beliung.

Kasi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Moh Imam menyatakan, pihaknya telah melakukan kesiap-siagaan bersama tim hasil koordinasi dari pemerintah daerah.

Tim Tersebut diantaranya adalah Polres Sampang, Dandim 0828, BPBD dan Dinas Sosial. Tim tersebut telah melakukan rapat antisipasi bencana di Aula Mini Pemkab Sampang, yang difasilitasi oleh Kabag Pembangunan Pemkab Sampang.

“Mulai awal september ini memang dikatakan kekeringan, akan tetapi masuk dalam kemarau basah,” katanya, Selasa (20/10).

Baca juga:  BPBD dan FPRB Sampang Komitmen Kurangi Risiko Bencana

Hujan ini, lanjut Imam, merupakan dampak dari fenomena La Nina yang saat ini terjadi di Samudera Pasifik. Meski intensitasnya sedang, fenomena La Nina ini membuat suhu permukaan laut menjadi lebih dingin. Selain itu diikuti oleh dominasi aliran angin timur. Dengan keadaan itu, berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian wilayah.

Dikatakannya, semua lokasi rawan bencana di Indonesia sudah diinstruksikan oleh Presiden untuk melakukan antisipasi terhadap situasi ini.

“Untuk di Jawa Timur hanya sebagian saja, di akhir Oktober ini atau awal November kemungkinan akan turun hujan,” terangnya. (RIF/MH)