Gili Labak Sumenep: Surga Tersembunyi Bagi Pencinta Snorkeling dan Fotografi

Pulau Gili Labak tampak dari atas ( foto by Hai Gili Labak).

maduraindepth.com – Kabupaten Sumenep selama ini kental dengan pesona wisata religinya. Namun, di balik itu, ujung timur Pulau Madura ini rupanya menyimpan kepingan surga bahari bernama Pulau Gili Labak yang menawarkan panorama memikat untuk rujukan liburan akhir pekan.

Berada di wilayah administratif Kecamatan Talango, Gili Labak kini menjelma sebagai salah satu primadona wisata di Kota Keris. Begitu menginjakkan kaki di pulau ini, pengunjung akan langsung disambut hamparan pasir putih bersih yang berpadu apik dengan birunya air laut nan jernih.

Pemandangan bawah lautnya pun tak kalah menakjubkan. Kekayaan terumbu karang dan biota laut yang masih sangat terjaga menjadikan kawasan ini bak surga bagi para pencinta snorkeling maupun fotografi.

Menariknya, pulau mungil ini tercatat hanya memiliki luas sekitar 10 (sepuluh) hektare. Ukurannya yang terbilang kecil memungkinkan wisatawan untuk bersantai atau mengelilingi seluruh penjuru pulau dengan berjalan kaki dalam waktu singkat, sembari berinteraksi dan melihat denyut kehidupan masyarakat pesisir yang bersahaja.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi menegaskan, Gili Labak merupakan salah satu aset wisata unggulan daerah yang potensinya akan terus dikembangkan.

“Kami terus berupaya menjaga keasrian Gili Labak sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Ke depan, penataan kelengkapan fasilitas dan promosi wisata bahari ini akan terus kami maksimalkan agar tingkat kunjungan wisatawan semakin meningkat,” ujarnya saat dihubungi maduraindepth.com, Jumat (3/7/2026).

Baca juga:  Setiap Hari, Belasan Orang Masih Tertangkap Langgar Protokol Kesehatan Covid-19

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, akses menuju destinasi bahari ini terbilang mudah. Pengunjung dapat bertolak menyewa perahu motor dari Pelabuhan Kalianget dengan waktu tempuh pelayaran sekitar 1,5 hingga 2 jam.

Sebagai tambahan informasi, waktu terbaik untuk mengeksplorasi keindahan Gili Labak adalah saat musim kemarau. Pada periode tersebut, cuaca umumnya jauh lebih cerah dengan kondisi ombak yang tenang, sehingga perjalanan melintasi laut terasa lebih aman dan nyaman. (Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *