Empat Tahun Berdiri, Ini Harapan Sekolah Bintang Sembilan

Sekolah perempuan bintang sembilan
Sejumlah anggota SP Bintang Sembilan saling bertukar kado dalam harlah ke-4. (FOTO: Alimuddin/MI)

maduraindepth.com – Sekolah Perempuan (SP) Perdamaian Bintang Sembilan terus berkiprah dalam memberikan ruang, akses perdamaian dam menyuarakan hak-hak perempuan. Kiprahnya tersebut berlangsung sejak didirikan pada 16 Februari 2018.

Sejak berdiri SP Bintang Sembilan sudah berkiprah selama empat tahun. Hingga sekarang, konsistensinya memperjuangkan perempuan terus berlanjut.


Pengelola SP Bintang Sembilan Aminatur Rizqiyah mengatakan, SP Bintang Sembilan menjadi wadah aspirasi, curhatan bagi kaum hawa di Kota Bahari. Menurutnya kebebasan berekspresi bagi perempuan masih terbuka lebar.

“Sekolah Perempuan Bintang Sembilan Sampang merupakan wadah transformasi para perempuan untuk menjadi agen perdamaian yang dimulai dari ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.

Esensi utama adanya sekolah perempuan bertujuan untuk menyiapkan perempuan menjadi agen perdamaian yang siap bergerak menyuarakan hak-hak yang menaunginya.

“Sekolah ini menjadi impian setiap perempuan yang ingin mandiri dengan harapan emansipasi perempuan yang terjamin tanpa pertikaian dan merusak moral,” katanya dalam acara ulang tahun ke-4 di salah satu kafe di Madura, Ahad (6/3).

Katanya, selama mengelola SP Bintang Sembilan banyak rintangan yang harus dihadapi. Mulai dari betapa sulitnya mengajak perempuan bergabung dan mempertahankan keberadaan sekolah itu.

“Tantangannya banyak,” tandasnya.

SP Bintang Sembilan tidak berjalan sendiri. Tetapi juga melibatkan stakeholder dan menggandeng Kopri PMII untuk mengawal kasus kekerasan pada perempuan.

Baca juga:  Lampu Hias Jembatan Jalan Makboel Sampang Rusak Sejak 2020

Ia mengungkapkan, konsep yang dibangun di SP Bintang Sembilan adalah belajar sambil bermain, bagaimana menciptakan ruang bebas untuk perempuan. “Semoga gerakan yang ditorehkan oleh SP bisa menjadi energi bagi para perempuan lainnya, banyak lagi para perempuan yang termotivasi untuk bahagia tanpa menjadi korban lagi,” ucapnya.

Di hari lahir yang ke-4, pihaknya berharap sekolah perempuan tetap bersemangat dalam mewujudkan mimpi dan harapan bagi perempuan serta memberikan motivasi bagi laki-laki.

“Kami bergerak bukan untuk menjadi bumerang atau lawan dari laki-laki. Namun kami ingin menjadi mitra yang memang selaras dengan kemaslahatan bersama,” pungkasnya. (Alim/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here