Daya Beli Tembakau Petani Dibawah BEP, Pemkab Pamekasan Akan Evaluasi Gudang

Tembakau Petani Pamekasan
Wakil Bupati Pamekasan Raja'e saat menjawab pertanyaan awak media. (Foto: RUK//MI)

maduraindepth.com – Tembakau di Bumi Gerbang Salam tidak diharga dengan layak. Pasalnya daya beli tembakau petani jauh dari break event point (BEP) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Sebab itu, pemerintah setempat akan mengevaluasi pabrik yang membeli dibawah BEP. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Raje’e, Kamis (10/9).


Raja’e mengatakan, saat ini beberapa pabrik sebagian ada yang membeli tembakau sesuai dengan BEP yang telah disepakati bersama. Yakni di atas Rp 33 – 45 ribu per kilogram.

“Di lapangan tingkat banderol ada sebagian yang dibawah BEP. Itu tidak kami pungkiri, tapi sekali lagi pemerintah akan memaksimalkan untuk membela petani tembakau,” ujar Raja’e.

Bahkan, orang nomor dua di Pamekasan itu berjanji akan turun langsung ke lapangan guna memantau situasi dan kondisi tataniaga tembakau. Bahkan pihaknya mengklaim sudah mengadakan pertemuan dengan pihak gudang atau pabrik tembakau yang ada di Pamekasan.

“Kita akan segera lakukan langkah-langkah taktis agar ini tidak terlalu membesar dan tidak masif harga-harga dibawah itu,” ucapnya.

Dia berharap, nilai jual tembakau petani dihargai dengan baik. “Hal yang paling teknis sampai menentukan BEP yang sudah kita lakukan,” tandasnya.

Untuk diketahui, BEP tembakau yang ditetapkan Pemkab Pamekasan meliputi; tembakau sawah Rp 32.708, tembakau tengah Rp 41.488 dan tembakau di atas itu Rp 54.437. Harga tersebut merupakan harga per kilogram. (Adv)
(RUK/MH)