Cerita Istri Mantan Bupati: Jadi Pejabat Itu Tidak Enak

Ny. Anik Amlillah (berkacamata) saat menghadiri acara Rakorwil PPP di Hotel Narita Surabaya, beberapa aaktu lalu. (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com – Menjadi istri bupati tidak seenak seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Setelah sempat menjalani kehidupan sebagai istri Bupati Sampang, Anik Amalillah Fannan Hasib mengaku lebih tenang dan santai dalam menjalani hidup kesehariannya.

Istri mantan Bupati Sampang periode 2013-2018, Almarhum KH. Fannan Hasib itu mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari dia merasa lebih nyaman. Hal itu diakuinya karena tidak terikat dengan aturan pemerintah.


Kepaada maduraindepth.com, Anik Amalillah menyampaikan, menjadi ibu rumah tangga yang notabene warga biasa dan menjadi istri bupati sangat berbeda. Ketika menjadi istri bupati, kata Anik, waktu bersama keluarga terpotong karena faktor kesibukan.

Diakuinya, saat menjadi warga biasa lebih nyaman karena porsi waktu untuk keluarga lebih banyak. Sehingga dirinya bisa mengurus keluarga secara totalitas.

Kendati demikian, dia juga memilih bertahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meski berada di posisi paling bawah. “Masih dipengurus DPW Jatim, tapi di posisi paling bawah, bahkan yang paling bawah. Saya sekarang sudah bukan istri pejabat, cuma rakyat biasa, dan ternyata jadi pejabat itu gak enak, enakan sekarang jadi rakyat biasa, lebih tenang,” tuturnya, Kamis, (26/12/2019).

Lebih Nyaman Menjadi Warga Biasa

Cerita Istri Mantan Bupati Sampang Anik Amalillah
Mantan Bupati Sampang Kh. Fannan Hasib (kiri) dan istrinya, Anik Amalillah. (Foto: Istimewa)

Jelas Anik, menjalani kehidupan dengan mengemban amanah rakyat itu berat tanggung jawabnya. Selain itu juga penuh dengan fitnah dan tidak bebas lantaran selalu menjadi sorotan publik.