Cerita Istri Mantan Bupati: Jadi Pejabat Itu Tidak Enak

0
339
Ny. Anik Amlillah (berkacamata) saat menghadiri acara Rakorwil PPP di Hotel Narita Surabaya, beberapa aaktu lalu. (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com – Menjadi istri bupati tidak seenak seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang. Setelah sempat menjalani kehidupan sebagai istri Bupati Sampang, Anik Amalillah Fannan Hasib mengaku lebih tenang dan santai dalam menjalani hidup kesehariannya.

Istri mantan Bupati Sampang periode 2013-2018, Almarhum KH. Fannan Hasib itu mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari dia merasa lebih nyaman. Hal itu diakuinya karena tidak terikat dengan aturan pemerintah.

Kepaada maduraindepth.com, Anik Amalillah menyampaikan, menjadi ibu rumah tangga yang notabene warga biasa dan menjadi istri bupati sangat berbeda. Ketika menjadi istri bupati, kata Anik, waktu bersama keluarga terpotong karena faktor kesibukan.

Diakuinya, saat menjadi warga biasa lebih nyaman karena porsi waktu untuk keluarga lebih banyak. Sehingga dirinya bisa mengurus keluarga secara totalitas.

Kendati demikian, dia juga memilih bertahan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meski berada di posisi paling bawah. “Masih dipengurus DPW Jatim, tapi di posisi paling bawah, bahkan yang paling bawah. Saya sekarang sudah bukan istri pejabat, cuma rakyat biasa, dan ternyata jadi pejabat itu gak enak, enakan sekarang jadi rakyat biasa, lebih tenang,” tuturnya, Kamis, (26/12/2019).

Lebih Nyaman Menjadi Warga Biasa

Cerita Istri Mantan Bupati Sampang Anik Amalillah
Mantan Bupati Sampang Kh. Fannan Hasib (kiri) dan istrinya, Anik Amalillah. (Foto: Istimewa)

Jelas Anik, menjalani kehidupan dengan mengemban amanah rakyat itu berat tanggung jawabnya. Selain itu juga penuh dengan fitnah dan tidak bebas lantaran selalu menjadi sorotan publik.

“Masak kalu pejabat keluar gak boleh pakek daster, padahal itu kan baju kebesaran ibu-ibu, saya jadi istri pejabat juga tetep jadi ibu rumah tangga,” celetuknya sambil tertawa.

Suatu ketika, lanjut Anik bercerita, pernah ada gosip yang mengarah pada dirinya. Dia mengaku hampir tidak kuat menghadapinya. “Sampai-sampai saya nangis ke abi (Almarhum KH. Fannan Hasib; red) dan nangis di hadapan ibu-ibu,” ucapnya.

“Tapi alhamdulillah gak ada yang terbukti. Sampai-sampai saya bersumpah pakai Al Qur’an, bahwa apa yang jadi pembicaraan orang-orang tidak benar,” ujarnya mengenang.

Menurut Anik, ketika masih menjadi istri orang nomor satu di Kabupaten Sampang, banyak fitnah yang tertuju pada keluarganya. Tapi, jika orang yang betul-betul kenal dengan dirinya dan keluarga, maka merka tidak akan mudah percaya.

“Karena kata abi, abi suka sama saya itu karena kejujuran saya,” ujarnya. (RIF/MH)