Bupati Sumenep Tinjau Pelaksanaan UNBK Paket C

Bupati Sumenep Busyro Kariem Saat Berada di ruangan UNBK Kejar Paket C.

maduraindepth.com – Bupati Sumenep Busyro Kariem meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) paket C di PKBM Kecamatan Ganding dan Lenteng. Kegiatan tersebut berakhir pada Senin (15/4/2019) kemarin.

“Secara umum pelaksanaan ujian kejar paket C berjalan lancar. Berdasarkan laporan angka kehadiran peserta cukup tinggi hingga mencapai 98 persen,” tegas Bupati Sumenep di sela-sela peninjauan pelaksanaan UNBK.

Sebanyak 1.226 peserta kejar paket C setara SMK mengikuti UNBK di 54 lembaga penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Sumenep.

Busyro berharap warga yang tidak menempuh sekolah reguler hendaknya memanfaatkan kejar paket agar jenjang pendidikan semakin maju untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Diharapkan warga yang tidak mengikuti pendidikan SMA reguler tetap bersemangat menuntut ilmu di program kejar paket C, dan saya sampaikan terima kasih kepada warga yang telah memanfaatkannya untuk peningkatan SDM,” tutur suami Nurfitriana ini.

Menurut dia, warga yang lulus program kejar paket C harus memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena persaingan cukup ketat dalam mencari pekerjaan. Terlebih pekerjaan dengan gaji yang layak.

“Saat ini, bersaing untuk mendapatkan pekerjaan sangat sulit jika hanya berijazah SMA sederajat, setidaknya lulus D1, D3 hingga S1. Untuk itu, menjadi orang sukses jangan menggantungkan diri kepada orang tua, namun harus dibangun dari diri sendiri,” ungkap Bupati dua periode ini.

Pada kesempatan itu Bupati Busyro didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Muhammad Saidi meninjau PKBM Al-Hikmah di Desa Ganding Kecamatan Ganding dan PKBM Raudlatul Islam Desa Tarogan Kecamatan Lenteng.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Muhammad Saidi menambahkan, PKBM penyelenggara ujian kejar paket C baik daratan maupun kepulauan, menggunakan komputer sebagai media ujian.

“PKBM penyelenggara terutama di kepulauan jika ada kendala jaringan internet diberlakukan ujian offline. Hingga hari terakhir pelaksanaannya alhamdulillah berjalan lancar.” pungkasnya. (mr/ns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Kirim Info