Bupati Sampang Beberkan Awal Mula Warganya Positif Corona

0
1786
Bupati Sampang H Slamet Junaidi pada press realese kasus pertama positif Covid-19, di Pendopo Trunojoyo Sampang, Rabu (13/5). (AW/MI)

maduraindepth.com – Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang H. Slamet Junaidi membeberkan asal muasal penyebab warganya berinisial A terkonfirmasi positif Corona. Hal ini disampaikan saat press realese di Pendopo Trunojoyo, Rabu (13/5).

Orang nomor satu di Sampang itu menjelaskan, bahwa pria berinisial A tersebut sebelum dinyatakan positif sempat melakukan pernikahan pada 5 April 2020.

Pada saat hajatan pernikahan A, ada tamu keluarganya yang datang dari beberapa wilayah seperti Pontianak, Surabaya dan Bangkalan. Bahkan ada beberapa dari mereka yang sempat menginap beberapa hari di kediaman A.

Kemudian pada 24 April 2020 yang bersangkutan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit karena memiliki gejala sakit tenggorokan dan indera penciumannya hilang dan dilakukan rapid test.

Hasil rapid test yang dilakukan kepada pria yang berprofesi sebagai Satpam pasar tersebut menunjukkan ada reaktif yang kemudian bersangkutan diisolasi ke Balai Latihan Kerja (BLK).

Pada saat 30 April 2020 yang bersangkutan dilakukan test SWAB PCR di Surabaya, namun karena antriannya sangat banyak test baru keluar hasilnya pada kemarin sore, Selasa (12/05/2020).

“Antrian untuk melakukan Test SWAB PCR sangat banyak sehingga hasilnya baru keluar sekitar dua minggu,” ungkapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Sampang untuk tetap tenang dan waspada serta menjalankan imbauan Pemerintah untuk bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19.

“Virus Covid-19 ini ada dua cara penyebarannya yang pertama virus itu dijemput dan yang kedua diantar, yang terjadi pada pasien A ini beliau diantar oleh orang yang datang dari zona merah,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi menambahkan, bahwa pasien yang berinisial A itu sempat pulang ke rumahnya selama dua hari karena pihak keluarganya  untuyang memaksa. Sebab, yang bersangkutan kesehatannya membaik, namun hasil test SWAB PCR yang dilakukan selang dua minggu itu belum keluar

Menurut Agus, jika menyesuaikan SOP seharusnya harus menunggu hasil Test SWAB PCR namun karena kondisi membaik dan sehat, faktor itu yang kemudian memperbolehkan pulang dengan isolasi mandiri yang masih terpantau oleh pihak Satgas dan dengan catatan juga pihak keluarga membuat pernyataan jika hasil test menunjukkan positif maka akan kembali diisolasi.

“Hasil Test SWAB PCR yang menunjukkan positif sampelnya diambil dua minggu yang lalu, saat ini kondisinya semakin membaik dan kemudian diambil sampel kembali untuk di tes SWAB CPR agar mengetahui sudah negatif atau belum,” jelasnya.

Dijelaskannya,seseorang bisa dinyatakan bersih dari virus Covid-19 setelah dilakukan test SWAB PCR sebanyak dua kali dan menunjukkan hasil negatif.

Dari hasil tracing kepada keluarga pria Inisial A itu ada sebanyak 30 orang yang memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan sehingga dilakukan rapid test dan ada satu keponakan yang reaktif.

“Hanya keponakan A setelah dilakukan rapid test menunjukkan hasil reaktif sehingga lebih lanjut dilakukan pemeriksaan SWAB PCR,” pungkasnya.

Dalam konferensi pers Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi oleh Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat, Ketua DPRD Fadol, Forkopimda dan Tim Gugas Covid-19 Kabupaten. (AW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here