Bupati Bangkalan Dukung Pembangunan Zona Integritas FKIS UTM

Zona integritas UTM
Saat pencanangan zona integritas sedang berlangsung yang dihadiri Forkopimda Kabupaten Bangkalan di Gedung Cakra UTM, Rabu (2/6) kemarin.

maduraindepth.com – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mendukung Deklarasi dan Sosialisasi Pencanangan dan Pembangunan Zona Integritas yang digelar di Fakultas Keislaman (FKIS) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Rabu (2/6) kemarin. Dia meyakini pembangunan zona integritas ini bisa mewujudkan terciptanya Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Menurutnya keberhasilan pembangunan zona integritas ini sangat ditentukan oleh kapasitas, kualitas dan integritas masing-masing individu ketika diberi amanah dan tanggungjawab di instansi pemerintahan maupun di perguruan tinggi.


“Ini merupakan hal yang penting serta menjadi semangat bersama untuk mewujudkan profesionalisme, berintegritas, bekerja keras, berkomitmen dan bekerja, sehingga mampu menjadi pilar reformasi birokrasi yang saat ini menjadi tuntutan publik,” tutur Ra Latif.

Dijelaskan, pembentukan zona integritas menuju WBK-WBBM ini merupakan program Kementerian Pendayagunaan Apartur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Tujuannya untuk mengajak seluruh badan atau lembaga layanan publik untuk turut serta menciptakan kepercayaan publik yang tinggi dengan kinerja yang bersih dan terbebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Karena itu pembentukan zona Integritas menjadi indikator penting bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.

Orang nomor satu di Bangkalan itu menegaskan, untuk mendapatkan predikat WBK-WBBM pihaknya membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebab itu, dia meminta kepada semua pihak, mulai dari pimpinan instansi atau lembaga hingga bawahan untuk berkomitmen menciptakan budaya kerja yang sehat.

Baca juga:  Rektor UTM Terpapar Covid-19, Kampus Diperketat

“Sehingga keberhasilan membangun zona integritas ini dapat dicapai. Yakni terwujudnya kelembagaan yang bersih dan bebas KKN dan terwujudnya peningkatan kualitas pelayanan publik,” sambungnya.

Ra Latif meyakini, dengan dicanangkannya zona integritas ini di FKIS ini, UTM akan tumbuh menjadi lembaga perguruan tinggi yang transparan, akuntabel dan profesional. Sehingga nantinya mampu memberikan pelayanan yang prima dan berkualitas bagi masyarakat

“Semoga melalui kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi kita semua,” harapnya.

Sementara Rektor UTM Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si mengatakan, pembangunan zona integritas ini menjadi salah satu aspek yang bisa mencegah praktik KKN yang ada dalam tubuh suatu instansi. Untuk di lingkungan kampus sendiri, seluruh civitas akademika memiliki peran penting dalam mewujudkan zona integritas di perguruan tinggi.

Sebab itu, penyamaan mind set sangat diperlukan untuk mensukseskan pencanangan danpembangunan zona integritas tersebut.

“Membangun zona integritas berarti membangun sistem,” ucapnya. (*/MH)