BPBD Sampang Sebut 12 Kecamatan Alami Kekeringan

0
81
Warga desa gotong royong membuat embung untuk mendapatkan air bersih. (SM/MI)

maduraindepth.com – Hampir setiap tahun, beberapa wilayah di Kabupaten Sampang mengalami kekeringan. Tahun ini, tercatat sebanyak 67 desa di 12 Kecamatan, Kabupaten Sampang mengalami kekurangan air bersih.

Seperti yang diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang Anang Djonaedi, Jumat (2/8/2019).

Menurut dia, sejak awal Juli lalu, sudah ada 67 desa di 12 kecamatan, Kabupaten Sampang mengalami kekurangan air bersih. “Kalau kami penanganannya hanya jangka pendek dengan cara droping air bersih. Awal mulainya sudah sejak 8 Juli lalu,” jelasnya.

Dari 14 kecamatan di Sampang kata Anang, hanya ada dua kecamatan yang tidak masuk wilayah kekeringan. Yaitu kecamatan Camplong dan Omben. Sementara 12 kecamatan lain, yaitu Kecamatan Sampang, Banyuates, Jrengik, Karang Penang, Kedungdung, Ketapang, Pangarengan, Robatal, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan dan Torjun masuk dalam kawasan kekeringan.

Anang mengaku, pihaknya kesulitan memenuhi permintaan air dari desa yang mengalami kekeringan. Saat ini, dalam satu hari pihaknya hanya bisa mengoperasikan enam tangki air untuk enam desa. Sehingga desa lain harus mengantri beberapa hari untuk menerima bantuan air bersih dari pemerintah.

“Satu desa kami beri tiga tangki air. Tapi hanya ada enam tangki yang kami punya. Sehingga desa lain harus antri,” jelasnya.

Menurut Anang, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Sampang untuk melakukan penanganan jangka panjang. Hanya saja pihaknya masih belum bisa memastikan keberhasilan komunikasi tersebut.

“Ada beberapa dinas yang kami ajak komunikasi untuk melakukan penanganan jangka panjang. Seperti pembuatan sumur atau penyediaan sumber air jenis lain. Tapi sampai saat ini masih dalam tahap komunikasi,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Anang juga meminta bantuan kepada semua pihak untuk ikut mengatasi permasalahan kekurangan air tersebut. Selain itu, dia juga meminta kepada masyarakat untuk ikut berusaha mencari jalan keluar.

“Dan lagi saya berpesan jangan bakar lahan sembarangan. Karena dalam kondiri kering seperti saat ini kemungkinan terjadi kebakaran sangat besar,” pungkasnya. (AJ/AW)