maduraindepth.com – Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilayani oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungsekar 001, Kabupaten Sampang, dilaporkan terhenti selama sekitar satu pekan. Penghentian sementara tersebut diduga dipicu kendala administrasi dalam proses peralihan akun pengelola SPPG.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pergantian pengelola mengharuskan perubahan sejumlah akses administrasi, mulai dari virtual account, email, hingga kata sandi yang digunakan dalam sistem pengelolaan keuangan program MBG.
Kepala SPPG Gunungsekar 001, Abdul Holik, menjelaskan bahwa proses peralihan tersebut berdampak pada terhambatnya verifikasi laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Akibatnya, pencairan dana operasional belum dapat dilakukan sehingga aktivitas dapur dan distribusi makanan kepada penerima manfaat untuk sementara dihentikan.
“Masalahnya ada pada proses peralihan akun. Laporan penggunaan anggaran sebelumnya belum bisa diproses karena masih menunggu penyelesaian administrasi. Akibatnya dana belum bisa dicairkan,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Abdul Holik, virtual account yang sebelumnya digunakan oleh pengelola lama harus dialihkan kepada pengelola baru. Proses tersebut melibatkan pihak perbankan dan membutuhkan persetujuan dari pusat sebelum akun baru dapat digunakan secara penuh.
“Karena ada pergantian pengelola SPPG, seluruh akses akun ikut berubah, termasuk virtual account, email, dan password. Pihak bank sudah melaporkan ke pusat, namun hingga saat ini prosesnya masih belum selesai,” katanya.
Akibat kendala tersebut, operasional dapur MBG di bawah layanan SPPG Gunungsekar 001 tidak berjalan selama kurang lebih satu minggu. Distribusi makanan bergizi kepada para siswa penerima manfaat pun ikut terhenti selama masa tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Satgas MBG Kabupaten Sampang belum memperoleh penjelasan rinci. Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, saat dihubungi melalui WhatsApp hanya menyampaikan bahwa persoalan tersebut merupakan urusan internal dan meminta wartawan menghubungi Korwil SPPG, Ratna Nur Handayani.
Wartawan kemudian menghubungi Ratna Nur Handayani untuk meminta penjelasan terkait penyebab terhentinya distribusi MBG serta langkah penanganan yang dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Ida, wali murid penerima manfaat MBG dari SPPG Gunungsekar 001, berharap distribusi makanan bergizi dapat segera kembali normal. Menurutnya, penghentian layanan selama sekitar satu pekan membuat para orang tua bertanya-tanya mengenai kepastian program tersebut.
“Kalau memang ada kendala, kami bisa memahami. Tapi kami berharap ada penjelasan yang jelas. Apakah jatah makan anak-anak yang tidak diterima selama seminggu ini akan diganti atau bagaimana, kami juga belum tahu,” ujarnya.
Ida mengaku memahami jika terdapat persoalan administrasi dalam pelaksanaan program. Namun, ia berharap pihak terkait dapat memberikan informasi yang jelas kepada sekolah maupun orang tua siswa agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan distribusi MBG di SPPG Gunungsekar 001 akan kembali berjalan normal. Pihak SPPG masih menunggu penyelesaian proses administrasi terkait peralihan akun agar pencairan dana operasional dapat dilakukan dan layanan kepada para penerima manfaat kembali berjalan sebagaimana mestinya.(Poer/MH)














