Gandeng Konsorsium Pustaka Merdeka Madura,AKSES Gelar Lomba Unplugged Coding hingga Lomba MC Bahasa Madura

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan saat berinteraksi dengan peserta Coding.(Arif Coolbreak/MID)

maduraindepth.com – Aliansi Komunitas Pendidikan Sumenep (AKSES) menggelar ajang “Lomba Educreative Hardiknas & Harkitnas” di Pendopo Agung Sumenep, Senin (18/05/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh berbagai komunitas pendidikan di Kabupaten Sumenep yang dikomandani oleh Konsorsium Pustaka Merdeka Madura (PMM) , guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026.

Ajang kreativitas ini menghadirkan tiga jenis kompetisi, yakni Lomba Unplugged Coding (merangkai mainan edukasi), Lomba Pembawa Acara (MC) Bahasa Madura, dan Lomba Menulis Cerita.

Hadir langsung dalam pembukaan acara, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan. Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan agenda kolaboratif ini.

“Apresiasi tinggi diberikan kepada panitia, para kepala sekolah, guru pembina, orang tua, serta para siswa hebat yang menjadi peserta lomba,” ujar Moh. Iksan dalam sambutannya.

Iksan menjelaskan, lomba coding yang digelar bertujuan untuk mengembangkan potensi akademik siswa sekaligus melengkapi kegiatan non-akademik yang telah dilaksanakan sebelumnya. Demi menjaga sportivitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjamin tim juri akan menilai secara profesional dan objektif.

Lebih lanjut, Pemkab Sumenep berkomitmen untuk terus mendampingi kegiatan ini hingga pengumuman pemenang, serta mendukung penuh acara serupa di masa mendatang, termasuk rencana menyambut Hari Guru nasional.

Baca juga:  Berkunjung ke Sumenep, Wapres: Perguruan Tinggi Harus Cetak Generasi Berdaya Saing Global

Di sela-sela sambutannya, Moh. Iksan memberikan sorotan khusus pada Lomba Pembawa Acara (MC) yang menggunakan Bahasa Madura. Menurutnya, hal itu merupakan langkah nyata untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menguatkan karakter generasi muda melalui bahasa daerah.

“Bahasa Madura dalam dunia pendidikan dan kegiatan formal merupakan bagian penting untuk menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi informasi,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa bahasa daerah adalah kekayaan budaya bangsa yang keberlangsungannya harus dijaga oleh generasi muda. Melalui lomba MC ini, diharapkan muncul media baru untuk membangun kembali kecintaan terhadap bahasa ibu.

“Generasi muda harus bangga menggunakan Bahasa Madura, jangan sampai bahasa daerah hanya menjadi simbol. Di sinilah pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya,” terangnya.

Iksan menambahkan, momentum Hardiknas dan Harkitnas harus dimaknai sebagai kebangkitan dunia pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), tetapi juga pada penguatan karakter, budaya, dan nilai-nilai lokal.

“Kami berharap, melalui berbagai lomba yang diinisiasi AKSES ini, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari jati diri,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara AKSES, Sucipto menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan ruang kreativitas yang luas bagi siswa. Di samping itu, pihaknya ingin memperkuat penggunaan Bahasa Madura dalam forum-forum resmi dan edukatif.

Baca juga:  MYZE Hotel Sumenep Luncurkan Menu “Rebellious Hunger”, Angkat Konsep Kuliner Berkelanjutan

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan positif yang mendukung pengembangan pendidikan, budaya, dan karakter generasi muda di Kabupaten Sumenep,” pungkas Sucipto.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *