maduraindepth.com – Upaya membangun generasi tangguh bencana di Kabupaten Sampang terus diperkuat. Medco Energi Sampang Pty Ltd bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Sampang menggelar sosialisasi dan pelatihan kebencanaan bagi pelajar, 25–26 April 2026.
Sebanyak 30 siswa SMKN 1 Sampang mengikuti kegiatan ini guna meningkatkan pemahaman dan keterampilan menghadapi bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Ketua FPRB Sampang, Moh. Hasan Jailani, mengatakan program ini menjadi langkah awal membentuk pelajar yang siap menghadapi risiko bencana.
“Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu bertindak saat kondisi darurat,” ujarnya.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi mitigasi bencana, literasi kebakaran, pengelolaan sampah, hingga edukasi menyaring informasi hoaks. Kegiatan juga dilengkapi simulasi water rescue bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sampang.
Hasan menambahkan, pemilihan lokasi seperti SMKN 1 dan juga SMPN 6 didasarkan pada kondisi wilayah yang kerap menjadi titik terendah saat banjir.
“Kami ingin siswa di daerah rawan ini tahu langkah awal, jalur evakuasi, hingga pihak yang harus dihubungi,” jelasnya.
Sementara itu, Sarjono, Incident & Emergency Management HSE Medco, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam menghadapi bencana.
“Selama ini kita cenderung merasa sebagai korban. Padahal, kita bisa berperan mengurangi dampak bencana jika memiliki pengetahuan yang cukup,” ungkapnya.
Perwakilan BPBD Kabupaten Sampang, Ahmed Baso, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kebencanaan di sekolah penting untuk membangun budaya sadar risiko sejak dini.
“Dengan pemahaman yang baik, siswa akan lebih sigap dan mampu membantu mengurangi risiko di lingkungannya,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Kepala SMKN 1 Sampang, Aulia Niswa. Ia menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan bekal pengetahuan sekaligus keterampilan praktis,” tuturnya.
Kegiatan ini merupakan pilot project di Jawa Timur dan terintegrasi dengan peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 26 April. Ke depan, program serupa diharapkan dapat diperluas ke sekolah lain guna mencetak generasi yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana.(Poer/MH)














