maduraindepth.com – Pembangunan jalan rabat beton secara swadaya oleh masyarakat di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Sampang kian marak dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, warga bergotong royong memperbaiki akses jalan di lingkungan mereka.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, H. Yuliadi Setiawan, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif masyarakat tersebut. Menurut dia, langkah warga mencerminkan kepedulian dan semangat kebersamaan dalam pembangunan infrastruktur.
“Di satu sisi kami bangga dan berterima kasih kepada masyarakat yang dengan keikhlasan dan kebersamaan ikut membangun infrastruktur. Apalagi tahun ini kondisi keuangan daerah memang mengalami penurunan sehingga percepatan pembangunan menjadi terbatas,” kata Yuliadi usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten di Aula Trunojoyo Sampang, Senin, 9 Maret 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang, Siti Muatifah, menjelaskan pembangunan infrastruktur jalan sebenarnya telah direncanakan melalui sejumlah sumber pendanaan, mulai APBD kabupaten, APBD provinsi, hingga APBN. Namun, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat membuat penanganan jalan belum dapat dilakukan secara maksimal.
Ia menilai pembangunan jalan secara swadaya tetap menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di daerahnya. Kendati demikian, ia menduga, dari sisi teknis kualitas pekerjaan belum tentu memenuhi standar konstruksi pemerintah.
Baca juga:
- Tak Tunggu Bantuan, Warga Bunten Timur Ubah Jalan Rusak Lewat Amal Jariyah
- Warga Paopale Laok Sulap Jalan Berlumpur Jadi Mulus Lewat Swadaya dan Live TikTok
- Dari Seribu Rupiah ke Jalan Beton: Ikhtiar Warga Tlagah Membangun Akses Desa
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Yudhi Adidarta Karma, mengatakan swadaya masyarakat merupakan bentuk partisipasi positif dalam pembangunan desa. Meski begitu, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tetap memperhatikan aturan dan tidak menimbulkan persoalan kewenangan, terutama pada jalan poros kabupaten.
Sementara itu, Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan menyebut inisiatif masyarakat muncul di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat penurunan dana transfer pemerintah pusat.
Baca juga:
- Warga Paopale Daya Bangun Jalan dari Iuran dan Keringat
- Warga Ketapang Bangun Jalan Melalui Swadaya: Setahun Empat Kali
- Warga Sampang-Pamekasan Cor Jalan Pakai Uang Sendiri, Pemerintah Hanya Jadi Penonton
“Kami bangga karena masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap perbaikan infrastruktur. Ke depan, jika kondisi keuangan daerah membaik, pemerintah dapat melanjutkan atau menyempurnakan pembangunan yang telah dimulai masyarakat,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Sampang juga membuka peluang untuk menyinergikan swadaya masyarakat dengan program pembangunan resmi. Melalui perencanaan dari tingkat desa hingga kabupaten, partisipasi warga diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sampang. (Poer/MH)














