Parade Daul Combodug Sampang 2026 Digelar Dua Malam, Ini Jadwal dan Aturannya

Ketua PCS H. Cocok Hadi Sutrisno bersama Ketua Karang Taruna Sampang Moh. Jakfar usai memberikan keterangan terkait pelaksanaan Daul 2026 di Sampang.(Foto:Poer/MID)

maduraindepth.com – Kabupaten Sampang kembali akan diguncang dentuman musik tradisional melalui gelaran daul spektakuler yang diinisiasi Paguyuban Combodug Sampang (PCS). Kegiatan ini mengambil rute dari Alun-Alun Trunojoyo menuju Monumen Trunojoyo.

Ketua PCS, H. Cocok Hadi Sutrisno, menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini digelar selama dua hari. “Acara dimulai pukul 19.30 WIB hingga selesai. Daul Combo digelar Jumat, 27 Maret, sedangkan Daul Dug-Dug pada Sabtu, 28 Maret,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah peserta cukup banyak. Untuk kategori combo diikuti sekitar 30 peserta ditambah perwakilan dari Bintang tamu dan sponsor. Sementara kategori dug-dug diikuti 32 peserta dengan tambahan dari Bintang tamu dan juga sponsor.

Menurutnya, konsep pelaksanaan tidak banyak berubah, namun tetap mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak. “Secara konsep hampir sama, tapi kami tetap berkolaborasi dengan Karang Taruna dan komunitas PCS seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Cocok.

Ketua Karang Taruna Sampang, Moh. Jakfar, menambahkan bahwa keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini. “Kolaborasi ini menjadi upaya kami untuk menjaga tradisi sekaligus melibatkan generasi muda agar tetap aktif dalam kegiatan budaya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan sejumlah aturan ketat. Setiap peserta dibatasi tampil maksimal tujuh menit guna mencegah penumpukan di jalur. Kendaraan pengiring seperti sepeda motor dan kendaraan listrik juga dilarang mengikuti rombongan peserta.

Baca juga:  Gelar Pers Gathering, Slamet Junaidi: Kami Buka Ruang Diskusi 24 Jam

Pengamanan diperkuat dengan melibatkan aparat kepolisian dan panitia. Setiap peserta akan dikawal tiga personel, serta didukung tujuh pos pengamanan yang tersebar di sepanjang rute.

Sebagai evaluasi dari tahun sebelumnya, panitia juga menerapkan sanksi tegas. “Peserta yang tidak mencapai finis atau tidak mengikuti titik pembongkaran yang sudah ditentukan tidak akan mendapatkan uang transportasi,” tegas Cocok.

Sistem titik pembongkaran diterapkan untuk menghindari penumpukan di area finis yang kerap memicu kemacetan. Selain itu, pengawasan juga diperketat guna mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.(Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *