Tubuh Pria Asal Bangkalan Madura Tergilas Mesin Daur Ulang Sampah Plastik

Pria Bangkalan Tergilas Mesin Daur Ulang Plastik di Surabaya
Istimewa

maduraindepth.com – Seorang pria asal Kabupaten Bangkalan bernama Mohammad Mahrus (28) meninggal dunia tergilas mesin daur ulang sampah plastik. Insiden ini terjadi pada Sabtu (14/9) lalu sekitar pukul 15.00 WIB di UD Sari Jaya Plastik, Jl. Wonosari Lor No. 169, Surabaya.

Pada saat kejadian, saksi mata Abiyanto dan Mat Dahri tidak bisa berbuat apa-apa ketika mesin daur ulang itu menarik tubuh rekan kerjanya. Akibatnya, seluruh tubuh pemuda asal Desa Pacangan, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Madura itu masuk ke dalam mesin dan tergilas hingga meninggal dunia.


Berdasarkan keterangan saksi, Abiyanto mengungkapkan, sebelum tergilas mesin korban sempat berteriak kalimat Ya Allah, Ya Allah. Saat itu ia bersama rekan kerjanya Mat Dahri mendengar teriakan korban.

“Saya dengar teriakan Mahrus, Ya Allah, Ya Allah. Langsung saya dekati mesin,” ucapnya dengan nada suara terbata-bata.

Kemudian keduanya bergegas menuju sumber suara. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), kata Abiyanto, ia dan Mat Dahri segera bergegas dan berusaha mematikan mesin daur ulang tersebut.

Namun usaha Abiyanto dan Mat Dahri mematikan mesin sia-sia. Tubuh Mahrus sudah kadung masuk dan tergilas. Mahrus meninggal di dalam mesin tersebut.

Petugas Kepolisian Datang ke TKP

Tak lama dari insiden tersebut, Korps Bhayangkara langsung mendatangi TKP. Jasad korban langsung dibawa ke RS Dr. Soetomo Surabaya.

Baca juga:  JPU Tuntut Pembunuh Subaidi Dipenjara Seumur Hidup, Salim Segaf: Harus Dihukum Mati

Di TKP, petugas langsung memasang police line (garis polisi) dan meminta sejumlah keterangan saksi. Saksi mata dari insiden ini Abiyanto yang beralamat Jl. Bulak Banteng Timur dan Mat Dahri alamat Jl. Tenggumung Garuda II.

Sementara itu, Kapolsek Semampir Kompol Ariyanto Agus menjelaskan, insiden maut itu terjadi setelah jam kerja. Korban melaksanakan tugasnya membersihkan mesin daur ulang plastik bersama kedua rekannya Abiyanto dan Mat Dahri.

Kemudian korban berinisiatif membersihkan mesin daur ulang di bagin dalam. “Tanpa sepengetahuan rekannya, korban sudah berada di dalam mesin sambil berteriak,” urainya.

“Selanjutnya, setelah kedua saksi melakukan pengecekan, korban sudah dalam keadaan meninggal di dalam mesin daur ulang,” tambahnya.

Proses penyelidikan insiden maut ini ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Penanganannya diserahkan ke Sattersrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” pungkasnya. (*)