maduraindepth.com – Persoalan banyaknya tiang listrik yang miring serta tegangan listrik yang kerap turun di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang kembali menjadi sorotan. Dalam audiensi yang digelar bersama PLN ULP Sampang, DPP Ormas Gaib Perjuangan melontarkan kritik keras agar perbaikan jaringan tidak dilakukan setelah terjadi musibah.
Ketua DPP Ormas Gaib Perjuangan, Habib Yusuf, menegaskan pihaknya telah beberapa kali menyampaikan surat dan laporan terkait kondisi jaringan listrik yang dinilai membahayakan. Namun, menurutnya, penanganan di lapangan masih belum optimal.
“Jangan sampai ada korban dulu baru diperbaiki. Pencegahan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain tiang listrik yang miring, Habib Yusuf juga menyoroti keluhan masyarakat mengenai tegangan listrik yang sering naik turun, terutama pada malam hari. Menurutnya, PLN seharusnya lebih proaktif melakukan inspeksi rutin tanpa selalu menunggu laporan warga.
Ia juga mengingatkan agar anggaran pemeliharaan jaringan benar-benar direalisasikan sesuai peruntukannya. Sebab, jika berbagai kerusakan terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan pelaksanaan pemeliharaan jaringan.
Menanggapi kritik tersebut, Manager PLN ULP Sampang, Mahfud, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelayanan kelistrikan di Kabupaten Sampang. Ia menegaskan seluruh masukan masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Menurutnya, pekerjaan pembangunan maupun perbaikan jaringan harus melalui pengajuan ke UP3 Madura karena pelaksanaan proyek berada di bawah kewenangan unit tersebut. Sementara ULP Sampang berperan melakukan pengawasan serta mengusulkan kebutuhan pembangunan berdasarkan laporan masyarakat.
Mahfud juga menyebut sebagian titik yang mengalami tegangan listrik turun telah diusulkan untuk diperbaiki pada tahun ini maupun awal tahun depan, bergantung pada ketersediaan anggaran dan material.
Terkait kekhawatiran adanya pungutan dalam pembangunan jaringan, Mahfud menegaskan seluruh pembangunan jaringan PLN tidak dipungut biaya. Ia mengimbau masyarakat segera melapor melalui kantor PLN atau aplikasi PLN Mobile apabila menemukan gangguan maupun kondisi jaringan yang membahayakan.(Poer/MID)







