Fatayat NU Sumenep Perkuat Literasi Perempuan untuk Cegah Radikalisme

Fatayat NU Sumenep menggelar Ngaji Perempuan dan Radikalisme sebagai upaya memperkuat literasi, moderasi beragama, serta peran strategis perempuan dalam menangkal paham radikal.(Arif Coolbreak/MID)

maduraindepth.com – Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep menggelar kegiatan “Ngaji Perempuan dan Radikalisme” di Graha Universitas PGRI Sumenep (UPI), Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penguatan wawasan keagamaan, literasi, serta peran strategis perempuan dalam menangkal paham radikal.

Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep, jajaran PC Fatayat NU, badan otonom Nahdlatul Ulama, hingga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Dina Kamilia, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kader perempuan. Menurutnya, Fatayat NU selama ini telah menjalankan berbagai program pemberdayaan, seperti Madrasah Perempuan (MAPAN), LKP3A, dan Malate Center.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan perempuan yang memiliki kemampuan memimpin, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan desa. “Tidak ada orang yang langsung menjadi pintar. Yang ada adalah mereka yang terus belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, Kiai Halqi, mengingatkan pentingnya memahami ajaran Islam secara utuh agar tidak mudah terpengaruh paham ekstrem. Menurutnya, radikalisme kerap muncul akibat pemahaman agama yang tidak didukung dengan bekal keilmuan yang memadai.

Ia menegaskan bahwa nilai tawasuth atau sikap moderat menjadi prinsip penting dalam kehidupan beragama dan berbangsa. Selain itu, Kiai Halqi juga menyoroti masih minimnya kontribusi perempuan dalam kajian tafsir Islam, sehingga perempuan didorong untuk aktif mengembangkan tradisi keilmuan dan literasi.

Baca juga:  Hampir 4 Bulan Kasus Pembunuhan di Akses Suramadu Mandek di Polres Bangkalan

Sementara itu, Direktur AMAN Indonesia, Bu Roby, mengajak peserta menjadikan semangat Iqra sebagai landasan membangun budaya membaca. Menurutnya, perempuan yang memiliki literasi kuat akan lebih kritis, tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan, serta mampu menjadi agen penyebar nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat moderasi beragama, meningkatkan literasi perempuan, dan membangun masyarakat yang toleran serta tangguh menghadapi penyebaran paham radikalisme.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *