Tambang Fosfat di Madura Ditolak KMM 18+

Tambang Fosfat Madura
KMM 18+ saat deklarasi tolak tambang fosfat di Pantai Camplong, Sampang, Sabtu (20/2). (FOTO: Nuruddin for MI)

maduraindepth.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Kalangan Muda Madura (KMM 18+) ikut menolak apabila Pulau Madura dijadikan tempat tambang fosfat.

Mereka menilai tambang fosfat akan menjadi bencana ekologi serta merampas ruang hidup masyarakat di Pulau Garam.


Penolakan para pemuda itu dilakukan dengan melakukan kajian Mitos Kesejahteraan Rakyat Melalui Tambang Fosfat di Rest Area Pantai Camplong, Sampang, Sabtu (20/2).

Koordinator KMM 18+ Kurdy mengatakan, isu penolakan tambang fosfat merupakan bagian dari upaya komunitasnya sebagai entitas gerakan.

Di sisi lain, juga untuk menggalang rasa solidaritas kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan hidup rakyat Madura kedepan.

“Agar rakyat di Indonesia dan dunia mengerti tentang persoalan di Madura, apalagi persoalan tambang fosfat ini” kata Kurdy.

Terpisah, Koordinator KMM 18+ Sumenep Moh. Faiq yang juga dari Aliansi Rakyat Penggerak menyebutkan beberapa dampak pertambangan fosfat akan membutuhkan lahan yang tidak sedikit.

Sehingga, kata Faiq, akan terjadi alih fungsi lahan pertanian secara besar-besar. Sedangkan lahan merupakan alat produksi utama bagi petani.

Faiq bilang kalau kegiatan tambang itu dilakukan akan banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani akan kehilangan pekerjaan. Mereka akan menjadi pengangguran.

“Tambang fosfat akan menyebabkan bencana ekologi, perampasan ruang hidup masyarakat akibat aktivitas pertambangan,” tegas Faiq.

Diketahui, tambang fosfat di Madura seperti dilansir Mongabay, Data Badan Geologi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, terdapat beberapa sumber yang tersebar di tiga kabupaten.

Baca juga:  Truk Terguling, Dua Orang Tewas Tertimbun Kayu

Yakni Sumenep sekitar 827.500 m³, Pamekasan sekitar 23.400 m³, dan Sampang sekitar 5.000.000 m³. (*/MH)