Sampah Pantura Menggunung, DLH Akui Kekurangan Armada dan Tenaga

Audiensi Madas Sedarah bersama DLH Perkim Sampang menghasilkan komitmen kolaborasi untuk menangani persoalan sampah di wilayah Pantura.(Foto:Poer/MID)

maduraindepth.com – Persoalan sampah di wilayah Pantura Kabupaten Sampang mendapat sorotan serius. Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang menggandeng DPC Madas Sedarah untuk turun langsung menangani sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

Kolaborasi tersebut mengemuka setelah audiensi antara DLH Perkim dan Madas Sedarah, Selasa (4/8/2026). Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Robatal, Banyuates, Ketapang, dan Sokobanah.

DLH Perkim Kabupaten Sampang melalui Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Imam Irawan, mengakui penanganan sampah masih terkendala keterbatasan infrastruktur, sarana operasional, armada, serta tenaga.

Kondisi itu menyebabkan penanganan sampah di sejumlah wilayah belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan DLH Perkim terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola manajemen agar persoalan tersebut dapat segera ditangani.

“DLH tidak bisa berjalan sendiri. Permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Alhamdulillah, sekarang kami memiliki mitra baru dan telah merumuskan langkah untuk turun bersama menyelesaikan persoalan sampah di Pantura,” ujarnya.

Menurut Imam Irawan, DLH Perkim akan mengintensifkan kegiatan kerja bakti atau kurve di wilayah utara tanpa mengabaikan penanganan sampah di kawasan lainnya.

Sementara itu, Ketua DPC Madas Sedarah, Abd. Muis, menyebut persoalan yang disampaikan meliputi minimnya tempat penampungan, pengelolaan limbah, hingga kebutuhan lahan pembuangan. Sampah yang menjadi perhatian berasal dari aktivitas warga dan sebagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga:  Wujudkan Efisiensi Tata Kelola Pemerintahan, Diskominfo Pamekasan Bekali OPD Desk Arsitektur SPBE

Ia mengatakan DLH Perkim berkomitmen menyiapkan kontainer penampungan sementara serta armada pengangkut. Penanganan juga akan diawali dengan edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat maupun pelaku usaha sebelum penerapan sanksi.

“Persoalan penumpukan sampah ini sudah berlangsung cukup lama. Kami berharap ada langkah nyata agar tidak terus menimbulkan pencemaran lingkungan,” tegas Abd. Muis.(Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *