Program Makan Gratis Pemkab Pamekasan untuk 748 Lansia Segera Direalisasikan

Pemerintah daerah Pamekasan mengalokasikan APBD dan dana CSR untuk memberi makan ratusan lansia sebanyak dua kali sehari.

Lansia Pamekasan Makan Gratis
Ilustrasi lansia. (FOTO: Istimewa)

maduraindepth.com – Program makan gratis bagi warga lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang kara di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan segera direalisasikan oleh pemerintah daerah setempat pada tahun ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Moch. Tarsun menyampaikan guna mensukseskan program tersebut pihaknya sudah membahasnya dalam rapat finalisasi. Dalam program ini pihaknya menargetkan bisa memberi makan lansia sehari sebanyak dua kali.


Direncanakan program tersebut harus terealisasi pada pertengahan Juni 2021 mendatang. Sementara biaya yang digunakan untuk memberi makan gratis tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Tarsun menegaskan, berdasarkan kemampuan anggaran yang dimiliki, pihaknya hanya mampu memberi makan sebanyak 400 lansia. Adapun hasil verifikasi dan validasi data terakhir yang masuk dalam kategori program tersebut, jumlah lansia yang ada di Pamekasan sebanyak 748 orang.

Tarsun menjamin, meski demikian semua lansia yang tercover dalam data verifikasi dan validasi tersebut bisa mendapatkan jatah makan gratis. Sebab pihaknya akan memgalokasikan dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) bagi lansia yang tidak terjangkau oleh APBD.

“Untuk 400 lansia dari APBD, sementara yang 348 lansia itu masuk CSR,” ujar Tarsun kepada maduraindepth.com, Selasa (18/5) lalu.

Ihwal penggunaan CSR untuk program tersebut, kata Tarsun, Bupati Baddrut Tamam akan menggandeng sejumlah perusahaan yang beroperasi di Bumi Gerbang Salam. Baik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (APBN).

Baca juga:  Mengungkap Kehidupan Waria di Madura (Part 1)

Perusahaan-perusahaan tersebut diminta agar sebagian dana CSR-nya dialokasikan untuk program sosial tersebut. Sehingga ratusan lansia itu bisa tercover dalam program tersebut secara menyeluruh.

“Selain penganggarannya yang selalu ada perubahan-perubahan itu, kemudian kedua sasaran PM-nya kan semula 4.900 orang, jadi perjalanan untuk memilih sesuai Perbup itu yang lama, dari 4.900 jadi 748,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan tersebut melanjutkan, pihaknya telah melakukan konsultasi dengan pihak Puskesmas untuk menu yang akan diberikan kepada para lansia. Konsultasi ini dilakukan agar kesehatan mereka tetap terjaga sesuai dengan kondisi mereka.

Dia berharap semua pihak bisa mendukung program yang akan segera dilaksanakan tersebut. Terutama terhadap tim yang akan bersentuhan langsung di lapangan.

“Bapak bupati akan mengupayakan agar semua itu tercover, melalui CSR itu. Kalau tidak bisa tercover, mungkin nanti ada kebijakan di APBD perubahan,” tutupnya. (RUK/MH)