Program Inovasi Numerasi Berhasil Dijalankan Di Sumenep, Ini Langkah Kedepan

0
22
Penutupan program Numerasi di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (MR/MI)

maduraindepth.com – Universitas Bina Nusantara (Binus) yang merupakan mitra Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menyelesaikan program Numerasi di Kabupaten Sumenep. Pada penutupan program yang ditempatkan di Aula Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep itu juga dilakukan evaluasi terhadap guru dan kepala sekolah sebagai fasilitator daerah, Rabu (11/9/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Disdik Kabupaten Sumenep Bambang Irianto, Kabid Dikdas Abd. Kadir, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Binus Meilani Hartono dan EPD Specialist INOVASI Jawa Timur Afifuddin.

Meilani Hartono menyebutkan, program Inovasi Numerasi bisa dikatakan berhasil jika kualitas siswa dan guru meningkat. Sebab, pemahaman matematika dasar pada siswa Sekolah Dasar menunjukkan perubahan ke arah lebih baik.

“Di Kabupaten Sumenep kita lihat peningkatan numerasinya luar biasa. Bahkan, ada semangat besar dari para guru,” katanya, Rabu (11/9).

Inovasi Numerasi telah dilaksanakan oleh Tim Binus sejak September 2018 dengan mencakup masing-masing 7 Sekolah Dasar di Kecamatan Kota dan Kecamatan Batuan serta tiga Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Gapura.

Sementara Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Kabupaten Sumenep, Abd. Kadir mengaku, banyak manfaat yang diperoleh dalam program Inovasi Numerasi tersebut. “Numerasi ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita dalam hal meningkatkan kemampuan matematika dasar,” ungkap Abd. Kadir.

Meski program Inovasi Numerasi telah dinyatakan selesai oleh pelaksana Tim Binus namun, pihaknya menginginkan penerapan ajaran itu bisa dilanjutkan oleh sekolah dan ditularkan ke lembaga pendidikan lainnya di Sumenep.

Menurutnya, ke depan program Inovasi Numerasi ini tetap dilanjutkan dengan mencakup banyak sekolah di Kabupaten Sumenep. Bahkan, Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah agar anggaran bisa menggunakan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Bukan hanya siswa namun, wali murid juga banyak yang tertarik dengan Inovasi Numerasi dan ingin dilibatkan untuk mendapatkan pelatihan, karena sangat luar biasa,” pungkasnya. (MR/AJ)