maduraindepth.com — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN MWCNU) Kota Sumenep melakukan terobosan baru. Lembaga ini merangkul jurnalis, sejarawan, pegiat cagar budaya, hingga kreator konten guna memperkuat literasi dan publikasi di era digital.
Kolaborasi lintas profesi ini bertujuan menghadirkan informasi aktual yang kaya akan nilai sejarah serta edukasi budaya Madura. Ketua LTN MWCNU Kota Sumenep, Ahmad Basri, menyebut langkah ini penting agar dakwah dan nilai ke-NU-an lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
“LTN harus menjadi ruang kolaborasi. Kita padukan kekuatan di bidang jurnalistik, pemahaman sejarah, pelestarian cagar budaya, serta produksi visual. Semua elemen ini bisa saling melengkapi,” ujarmya,Senin (10/8/2026).
Basri menjelaskan, komposisi tim yang beragam akan memperkaya program kerja lembaga. Fokus utama mereka meliputi pelatihan jurnalistik, produksi konten digital, pendokumentasian sejarah Sumenep, serta pengarsipan jejak langkah NU.
Lebih dari itu, LTN MWCNU juga dirancang sebagai wadah edukasi. Para kader akan dilatih agar mahir menulis, memotret, memproduksi video, hingga mengelola media sosial secara profesional.
Sekretaris LTN MWCNU Kota Sumenep, Irwan Sujatmiko, menegaskan bahwa kualitas konten adalah prioritas. Menurutnya, tantangan media digital saat ini bukan sekadar adu cepat, melainkan menjaga akurasi dan etika informasi.
“Kami tidak ingin menyajikan informasi yang hanya ramai sesaat. Konten harus bernilai dokumenter, sehingga ke depan bisa menjadi referensi sejarah dan budaya NU di Sumenep,” ungkap Irwan.
Ke depan, LTN MWCNU Kota Sumenep berencana terus memperluas jaringan. Mereka membuka pintu kolaborasi bagi pesantren, akademisi, pelaku seni, dan komunitas kreatif untuk bersama-sama merawat peradaban serta sejarah Kabupaten Sumenep melalui karya-karya nyata.(Arif Coolbreak/MID)














