Pemkab Terima Penghargaan IGA, Bupati : Ini Adalah Kado Hari Jadi Sampang

Penghargaan IGA Sampang
Bupati Slamet Junaidi saat menerima penghargaan IGA kategori kabupaten sangat inovatif di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (18/12). (FOTO: Protokol Humas Pemkab Sampang for MI)

maduraindepth.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mendapatkan penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2020 kategori Kabupaten Sangat Inovatif. Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu diterima langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12).

Bupati H. Slamet Junaidi mengatakan, penghargaan tersebut merupakan kado spesial di hari jadi Kabupaten Sampang yang ke 397. “Terutama dari buah inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah Sampang selama ini,” ujarnya.


Menurutnya, penghargaan yang diterima tersebut bisa menjadi modal utama dalam menjalankan roda pemerintahan kedepan. Sehingga perubahan yang sudah dilakukan bisa terealisasi dengan optimal untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Sampang.

Mantan anggota DPR RI tersebut mengungkapkan, bahwa penghargaan tersebut diberikan karena Kabupaten Sampang masuk dalam salah satu kabupaten sangat inovatif dalam perbaikan tata kelola pemerintahan, peningkatan pelayanan publik dan peran serta masyarakat yang tujuan akhirnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Baru tahun ini Sampang memperoleh penghargaan IGA yang telah diselenggarakan mulai tahun 2018, tentunya hal ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk menuju kesamaan persepsi mencapai kesejahteraan masyarakat,” tutur H. Idi.

Baca Juga :
Baca juga:  Gelar Pers Gathering, Slamet Junaidi: Kami Buka Ruang Diskusi 24 Jam

H. Idi menjelaskan, IGA merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat agar dapat merangsang pemerintah daerah untuk terus berinovasi. Tentunya dengan meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerahnya.

“Dengan begitu, daerah mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Yakni melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan perannya, serta peningkatan daya saing daerah,” paparnya.

Selain itu, lanjut H. Idi, kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah untuk mengembangkan invensi dan inovasi. Pemerintah pusat dan daerah wajib menggunakan hasil invensi dan inovasi nasional dalam melakukan pembangunan. Ini seperti diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sisnas Iptek.

Sehingga, agenda nasional terutama di bidang pembangunan yang meliputi peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing dapat terwujud, dan juga mampu memacu pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah.

“Tujuan utama dari acara ini adalah inovasi yang dimiliki oleh peserta yang masuk dalam nominasi dapat menjadi role model (panutan) bagi daerah lain dalam menerapkan inovasi,” pungkasnya. (RIF/MH)