Mengeluh Layanan PDAM Pamekasan, Warga: Air Mati, Bayaran Tetap

PDAM Pamekasan
Ikustrasi keran. (FOTO: Dok. Istimewa)

maduraindepth.com – Warga Desa Jalmak, Kabupaten Pamekasan mengeluh soal layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat. Pasalnya dalam beberapa hari ini air mati dan belum ada perbaikan dari pihak PDAM Pamekasan.

Salah satu pelanggan PDAM Pamekasan Moh Hafid Effendy mengaku sudah beberapa kali menghubungi PDAM bahwa air mati. Pihak PDAM berdalih lantaran terjadi kebocoran pada pipa.


Ironisnya, saat dilakukan pengecekan tidak ada pipa yang bocor seperti yang disampaikan pihak PDAM. “Air mati total sudah tiga hari,” ujar Effendy, Rabu (17/3).

Kata Effendy, biasanya saluran air PDAM Pamekasan waktu pagi berjalan normal. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB siang, air mati. Namun, untuk saat ini sudah tiga hari air mati. Sementara penarikan biaya langganan dirasa terlalu mahal.

“Sekarang mati, sedangkan untuk bayaran ke PDAM mahal seperti biasanya,” keluhnya.

Dia berharap PDAM Pamekasan segera bertindak memperbaiki saluran air yang mati, agar masyarakat bisa menikmati kembali saluran air.

“Saya mohon dengan hormat kepada petugas PDAM agar segera memperbaiki saluran PDAM yang dianggap mati,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Teknik PDAM Pamekasan Arif mengklaim pihaknya melakukan perbaikan saluran air di daerah Jelmak.

“Untuk jelmak kalau lima hari terakhir ini memang sedang ada proses pembenahan jaringan akibat sumbatan zat kapur,” katanya kepada wartawan.

Baca juga:  Kabar Baik, 38 Pasien Covid-19 di Jawa Timur Sembuh

Arif bilang, saat ini PDAM Pamekasan sedang melakukan pencarian pipa yang tersumbat zat kapur. Dia berjanji, dalam dua hari kedepan saluran air di Desa Jelmak sudah bisa kembali normal.

“Satu hari dua hari kedepan bisa selesai. Sekarang lagi mencari saluran air yang tersumbat,” tandasnya. (RUK/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!