Mencintai Sukmawati, Norbertus Peluk Islam, Bersyahadat di Sampang Madura

maduraindepth.com – Warga asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Desiderius Norbertus Fahik Moy (24) resmi memeluk agama Islam. Ia memilih menjadi mualaf lantaran hendak menikahi muslimah asal Kabupaten Sampang, Sukmawati (21).

Selama menjalin pacaran, Norbertus dan Sukmawati menjalin kisah asmaranya dengan perbedaan keyakinan. Namun seiring berjalannya waktu, Norbertus memilih pindah keyakinan karena keinginannya untuk mempelajari dan memahami ajaran yang ada dalam Islam.


“Saya pindah ke agama Islam bukan semata karena pacar saya, tetapi karena ikhlas dan ingin belajar Islam secara benar, tidak ada paksaan dari siapapun bahkan keluarga saya mendukung jika pindah ke Islam,” ujar Norbertus pada maduraindepth.com, usai berikrar dua kalimat syahadat di Kabupaten Sampang, Ahad (27/3).

Sebelum sah menjadi mualaf, Norbertus memeluk agama Katolik. Saat merantau di Bali, ia bertemu dengan Sukmawati yang kini sudah menjadi istrinya. Selama pacaran, keduanya menjalin hubungan asmara tanpa melihat latar belakang agama.

Karena saling menyukai, keduanya memutuskan untuk melangsungkan hubungannya dengan ikatan pernikahan. Rupanya, Sukmawati diketahui pernah mengenyam pendidikan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Sampang.

Sukmawati memahami bahwa mencintai atau menikah dengan laki-laki berbeda agama tidak diperbolehkan.

“Saya tahu kalau laki-laki yang dicintai ini beda agama, saya tidak pernah memaksa ia untuk pindah agama. Ia memutuskan memeluk Islam atas dasar kemauan sendiri,” ungkap Sukmawati dengan raut wajah bahagia.

Baca juga:  Puluhan Mantan Pengikut Syiah Akan Dipulangkan ke Sampang

Ia berharap, suaminya yang kini nama depannya diimbuhi nama Muhammad tersebut, tetap ikhlas dan istikomah belajar mendalami ajaran Islam tanpa ada rasa takut dan tekanan dari siapapun. Ia berharap tuntunan dari para kiyai dan keluarganya terus diusahakan.

“Semoga merasa nyaman dan menemukan cinta yang sesungguhnya sebagai seorang muslim yang sejati,” tuturnya.

Saat mengikrarkan dua kalimat syahadat, Norbertus dituntun oleh Wakil Ketua PCNU Sampang KH. Mujahidin Abdul Rozaq. Ia memutuskan menjadi mualaf di usianya yang ke 24 di Masjid Riyadlus Sholihin, Desa Gunung Maddah, Sampang, pada Ahad (27/3).

“Selamat, semoga menjadi muslim yang baik dan sejati sesuai ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” kata KH. Mujahidin Abdul Rozaq pada Desiderius Norbertus setelah membaca dua kalimat syahadat.

Kiai Mujahidin mengaku bersyukur atas keputusan Desiderius Norbestus yang memeluk agama Islam tanpa paksaan. Desiderius dengan tulus memeluk agama Allah lantaran hendak menikahi perempuan muslim asal Sampang.

“Sebelumnya dia beragama Katolik. Alhamdulilah setelah menjalin hubungan dengan seorang muslimah, hatinya terbuka dan diketuk oleh Allah untuk memeluk agama Islam tanpa paksaan dari siapapun,” terangnya.

Setelah resmi menjadi seorang mualaf, nama depan ditambah menjadi Muhammad Desiderius Norbestus Fahik Moy. ” Semoga menjadi muslim sejati dan semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan belajar ajaran Islam secara bertahap,” harapnya. (Alim/MH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here