Mahasiswa Tuding Ada Korporasi Di Tubuh PIWS, Ini Jawaban Kadiskop dan UMKM Sumenep

0
77
PIWS
Demonstran menuding ada korporasi dalam tubuh PIWS. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Adil Makmur Sumenep (Gams) melakukan aksi demonstrasi di depan Dinas Koperasi Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat, Kamis, (3/10/2019), pukul 11.30 WIB.

Dalam tuntutannya, demonstran meminta Program Inkubator Wirausaha Sumenep (PIWS) ditutup. Pasalnya pencetak wirausaha muda yang dibentuk pada tahun 2016 ini, dinilai tidak ada manfaatnya. Bahkan meski ada PIWS pengangguran di Sumenep setiap tahun makin bertambah banyak.

“Kami minta PIWS ditutup saja, karena tidak ada hasil apapun. Bahkan pengangguran tambah banyak,” kata orator aksi, Slamet Riyadi, Kamis (3/10).

Selain itu, Salamet menilai sistem perekrutan PIWS kacau tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Sedangkan para pengelola PIWS pun dituding ada korporasi.

“Rekrutmen saja tiada kejelasan, makanya kami menuntut. Lalu dari planing tidak sesuai dengan perencanaan, bagaimana menuntaskan angka pengangguran. Namun setiap tahunnya malah bertambah,” terangnya.

Akan hal itu, mahasiswa meminta MoU kepada Dinas Koperasi dan UMKM sebagai leading sektor dalam pengawasan rekrutmen PIWS tahun 2019.

“Tuntutan di MoU kami yakni Mempublikasi data alumni PIWS selama tahun 2016 sampai 2018. Evaluasi PIWS dari pendamping dan lainnya secara total. Proses pengangguran secara utuh sesuai data Pemerintah Daerah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Fajar Rahman menjelaskan, pihaknya akan menerima masukan serta perbaikan dari hasil temuan mahasiswa.

“Ya artinya tuntutan mereka adalah perbaikan-perbaikan, kita terima dengan baik. Jadi begini, di kegiatan wirausaha muda itu kita punya tiga kegiatan yakni tim perencanaan, tim pelaksana, dan tim pengawasan,” jelasnya.

Namun, disinggung soal PIWS yang dinilai tidak mengurangi angka pengangguran, Fajar membantah soal tersebut. Dirinya mengklaim bahwa adanya PIWS sebagai salah cara dalam mengurangi angka pengangguran.

“Wirausaha itu kan untuk mengecilkan angka pengangguran di Sumenep, jadi tidak ada kepentingan apapun. Jadi PIWS itu adalah prioritas. Lalu kita akan lakukan perbaikan dari kegiatan itu,” paparnya.

Ditanya soal tuntutan mahasiswa yang menuding jika PIWS adalah tempat para pekerja, bukan tempat menempa ilmu menjadi wirausahawan muda, Fajar mengatakan hal itu salah kaprah.

“Di PIWS mereka disana belajar, jadi tidak bekerja di PIWS, jadi kalau sudah bisa dan mampu baru dilepas dan buka pekerjaan sendiri. PIWS hanyalah pelatihan saja,” katanya.

Selain itu, PIWS telah berjalan selama empat tahun lamanya, namun hasilnya dipertanyakan oleh masyarakat. Terutama mahasiswa.

“Kita tidak bisa menyelesaikan secara keseluruhan angka pengangguran, kita hanya bisa memperkecil angka pengangguran dengan adanya PIWS ini,” pungkasnya. (MR/MH)