Keluarga Sebut Ada Kejanggalan, Soal Kematian Tahanan Kasus Pencabulan di Sampang

Kasus pencabulan tahanan polres sampang meninggal dunia
Ilustrasi. (IST)

maduraindepth.com – Informasi mengejutkan disampaikan pihak keluarga tahanan Polres Sampang yang meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Kabar mengejutkan tersebut diungkapkan oleh Saniman, kakak dari tahanan berinisial RA (32), warga asal Gunung Maddah, Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Saniman mengatakan, kematian adiknya itu diduga ada ketidakwajaran. Pasalnya kondisi wajah jenazah mengalami lebam dan tidak sesuai dengan kondisi sebelumnya. “Saya tidak tahu kenapa wajah adik saya lebam,”tanyanya, Rabu (5/6).

Dia menceritakan, saat berada di rumah sakit sebelum dibawa ke kamar mayat, keluarga tidak diijinkan melihat jenazah, dengan alasan khawatir ramai. “Saat di rumah sakit, kami dari keluarga mau lihat jenazah tapi tidak diijinkan oleh pihak rumah sakit,” katanya.

Saniman menceritakan, pada saat pihak keluarga menjenguk RA di penjara, tepatnya pada Kamis (30/5/2024) lalu, kondisinya tidak menunjukkan gejala apapun. “Heran, setelah meninggal saya lihat di bagian wajah ada yang lebam. Saat awal keponakan saya waktu besuk di hari Kamis itu tidak apa-apa. Malahan (RA, Red) meminta uang Rp 200 ribu karena punya hutang di dalam (penjara). Niat saya pada Jumatnya, itu mau ngasih uang, cuma tidak bisa bertemu karena bukan jam besuk,” ungkapnya.

Ditegaskan, bahwa RA tidak punya riwayat penyakit. Namun, sesuai laporan dari pihak polisi, di dalam pemberitaan media, menyebutkan bahwa janazah mengidap penyakit tumor otak.

Baca juga:  Pilkades Bira Barat Ketapang, Polres Sampang Amankan Ratusan Sajam

“Adik saya tidak punya riwayat penyakit. Kami heran sejak kapan R mengidap penyakit. Atau R punya penyakit setelah ditahan polisi, itupun katanya tumor otak,” tegasnya.

Kendati demikian, pihak keluarga berharap Polres Sampang mengusut tuntas penyebab kematian adiknya. Desakan juga disampaikan untuk RSUD Sampang, agar segera membeberkan hasil visum secara terbuka.

“Saya selaku keluarga berharap kepada pihak Polres Sampang ataupun pihak RSUD Sampang agar segera membuka hasil visum. Adik saya ini sebelumnya tidak punya penyakit, kok bisa kritis sampai meninggal, ini kejanggalan dari apa? Saya minta ini diusut tuntas dan diungkap agar terang benderang penyebab kematian adik saya,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah RA (32) warga asal Gunung Maddah, meninggal dunia pada Minggu, (2/6/2024). Jenazah merupakan tahanan Polres Sampang atas kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak.

“Iya benar yang bersangkutan inisial AR sakit tumor otak, dan sudah dirawat mulai satu Juni kemaren mas,” tulis Kasi Humas Polres Sampangtulis Ipda Dedy Rasidie saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu.

Perlu diketahui, RA sempat dirawat di Puskesmas Kamoning dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 14.00 WIB di RSUD dr Mohammad Zyn Kabupaten Sampang. (Alim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *