maduraindepth.com – Kebakaran melanda Pondok Pesantren Panyepen yang berlokasi di Desa Potoan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (6/2/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan bangunan utama pondok pesantren terbakar dengan nilai kerugian material ditaksir mencapai ± Rp900 juta.
Objek yang terbakar diketahui merupakan Asrama Mahad Tibyan. Laporan kebakaran diterima petugas pemadam pada pukul 20.35 WIB. Tim pemadam kebakaran gabungan dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang tiba di lokasi sekitar pukul 22.45 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Kepala Seksi Operasional Pemadaman Kebakaran Damkar Sampang, Maftuh Fathorrahman, menyampaikan bahwa pengerahan personel dan armada dilakukan sebagai bentuk kerja sama lintas daerah. Damkar Sampang menurunkan tiga unit mobil pemadam untuk membantu proses pemadaman dan pembasahan.
“Pemadaman api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.30 WIB dan dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 00.00 WIB,” kata Maftuh.
Berdasarkan data Command Center Damkar Kabupaten Sampang, kebakaran tersebut menghanguskan 12 asrama santri, enam ruang kelas, satu kantin kecil, satu perpustakaan mini, serta 10 kamar mandi. Tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Terkait penyebab kebakaran, Maftuh menjelaskan bahwa berdasarkan dugaan awal, api diduga berasal dari kantin mini akibat arus pendek listrik. Api kemudian menyebar dengan cepat ke sejumlah bangunan lain yang berada di sekitarnya. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.
Kendala utama yang dihadapi petugas selama proses evakuasi dan pemadaman adalah jarak tempuh menuju lokasi kejadian yang cukup jauh. Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, tim Damkar Sampang kembali ke posko sekitar pukul 01.15 WIB.
Pelapor awal kejadian kebakaran diketahui merupakan pengurus Pondok Pesantren Panyepen.(Poer/MH)














