Ini Tiga Tuntutan BEM Madura Raya ke Gubernur Jatim

BEM Madura Raya
Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Madura Raya di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya. (FOTO: BEM Madura Raya)

maduraindepth.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madura Raya menuntut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan tiga tuntutan. Tuntutan itu disampaikan di depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, pada Ahad (25/9).

Tiga tuntutan itu meliputi, pertama, pemerintah provinsi (pemprov) harus segera menuntaskan kemiskinan di Madura. Kedua, Pemprov harus memperhatikan pendidikan di Madura. Ketiga, Pemprov harus mensejahterakan petani di Madura.

BEM Madura Raya merilis, kekayaan sumber daya alam (SDA) di Madura, banyak memberikan kontribusi nyata pada keberlangsungan pembangunan di Jawa Timur. Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi empat kabupaten di Madura. Baik dari sisi pembangunan, maupun kesejahteraan.

“Kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, sosial ekonomi, masih menjadi tanda tanya besar mahasiswa Madura,” demikian rilis tertulis yang diterima maduraindepth.com dari BEM Madura Raya.

Koordinator BEM Sampang, Ali Topan mengatakan, kemiskinan merupakan ancaman besar bagi kedaulatan bernegara. Sebab itu, menurutnya perlu perhatian khusus dari pemerintah, terkhusus di Madura.

Ali memaparkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan. Bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Pada 2021, Kabupaten Sampang masuk sebagai daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Jatim yang mencapai 23,76 persen. Kemudian disusul Kabupaten Sumenep yang berada di angka 20,51 persen.

Sementara Kabupaten Bangkalan menempati urutan ketiga dnegan angka kemiskinan 21,57 persen. Sedangkan Kabupaten Pamekasan berada di posisi keempat termiskin di Jatim dengan persentase 15,3 persen.

“Pemerintah provinsi harus buka mata atas jeritan masyarakat Madura, karena Madura masih mengakui menjadi bagian dari Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, Madura cukup kaya akan potensi alam. Seperti kekayaan Migas, garam, tembakau, hasil darat dan lautnya melimpah. Tapi potensi itu belum bisa mengeluarkan masyarakat Madura dari garis kemiskinan.

Hal itu, kata Ali, dibuktikan dengan masih banyaknya warga Madura yang masih melakukan urbanisasi. “Dalam kondisi seperti ini, gubernur diharapkan hadir bukan hanya berikan janji dan narasi fiktif belaka,” tegasnya.
(*)

banner 728x728

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

banner 728x90
WhatsApp Kirim Info