maduraindepth.com – Ajang bergengsi Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 siap kembali menggebrak. Tahun ini, pergelaran fesyen dan seni kebanggaan masyarakat ujung timur Pulau Garam tersebut tak sekadar menyajikan parade busana, melainkan menjelma sebagai medium transformasi nilai sejarah Keraton Sumenep di tangan kaum milenial.
Rencananya, kemegahan MEC 2026 akan memanjakan mata penonton pada 19 September 2026 mendatang. Rute karnaval membentang di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, dengan titik pusat panggung kehormatan tepat di depan ikon bersejarah, Labang Mesem Keraton Sumenep.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa pemilihan tema “Keraton Sumenep” pada edisi kali ini merupakan langkah strategis. Tujuannya, mempromosikan kekayaan tradisi kerajaan lewat kemasan visual yang lebih segar dan atraktif.
“Keraton Sumenep itu lebih dari sekadar monumen fisik. Di dalamnya mengakar filosofi, sejarah, hingga simbol budaya yang sangat mendalam. Transformasi elemen-elemen ini menjadi karya seni kreatif akan memunculkan daya tarik visual sekaligus sarana edukasi yang kuat,” ungkap Faruk , Jumat ( 11/9/2026).
Lebih jauh, Faruk memproyeksikan acara hasil inisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini sebagai ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Harapannya, generasi muda tidak hanya terpukau oleh kemeriahan acara, namun juga terpantik untuk merawat identitas budayanya.
“Lewat panggung MEC 2026, kami ingin menumbuhkan kebanggaan. Anak muda harus kenal, jatuh cinta, lalu bergerak melestarikan warisan leluhur kita,” imbuhnya.
Saat ini, puluhan kreator dan peraga busana dari berbagai wilayah tengah merampungkan mahakarya mereka. Lewat sentuhan inspirasi Keraton, MEC 2026 diproyeksikan tak hanya menjadi magnet wisata edukatif, tetapi juga sukses menggaungkan identitas budaya Sumenep ke pentas nasional hingga mancanegara. (Arif Coolbreak/MID)














