Disdik Sumenep Launching Pesantren Ramadhan dan Wajib Diniyah

0
23
Bupati Sumenep Busyro Karim di dampingi Kadisdik Bambang Irianto memberikan santunan ke anak yatim dan kaum duafa.

maduraindepth.com – Puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep sebagai bentuk baru jargon berakhlakul karimah sukses mengundang para masyarakat Sumenep.

Bertempat di Gedung Korpri Sumenep, acara puncak Hardiknas sekaligus launching pesantren ramadhan dan wajib diniyah ini dihadiri kaum duafa, anak yatim, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumenep. Selain itu bazar terpampang di sepanjang jalan masuk acara.

Selain sebagai puncak peringatan Hardiknas, Disdik bersama Bupati Sumenep resmi membuka launching ceria ramadhan, bersama Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bambang Iriyanto.

Dalam sambutannya Bambang menjelaskan sistematika  wajib diniyah yang akan dilaksanakan di 11 Kecamatan yang terseabr sosumenep Kabupaten Sumenep.

“Pendidikan wajib diniyah, akan dilaksanakan 11 kecamatan, dan insyaallah pada tahun pelajaran 2020 wajib diniyah dilaksanakan di Kabupaten Sumenep,” ungkap mantan Dinas PRKP dan Cipta Karya ini, Senin (20/5) sore.

Pihaknya menjelaskan tingakatan wajib diniyah dimulai dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah meninggi atas (SMA) se Kabupaten Sumenep.

“Tingkatan untuk wajib diniyah tingkat SD, SMP, SMA. Peserta wajib diniyah sebayak 7.25.000 SD, 270 lembaga, 1.76.000 Siswa dari 10 SMP dan menyusul untul SMP Swasta,” tuturnya.

Kegiatan wajib diniyah inidilaksanakan, sambung Bambang, terlepas dari struktur Kurikulum Nasional, sehingga tidak mengganggu pelajaran inti.

“Semua siswa SMA dan SMK dari 11 Kecamatan wajib diniyah dilaksanakan diluar struktur kurikulum nasional dengan tatap muka kinnal tiga kali dalam seminggu, dan dalam tatap muka diaksanakan setidaknya dua jam pelajaran,” pungkasnya.

Sementara itu, dalm sambutan yang sama Bupati Sumenep, Busyro Karim menuturkan pentingnya memberikan motivasi diri bagi anak, sebab tantangan zaman akan semakin keras.

“Kedepan tidak hanya fisik namun juga harus ada kekuatan mental dalam menempuh pendidikan, sehingga nanti dapat menjadi orang yang sukses saat menghadapi tantangan zaman,” tegasnya saat memberikan motivasi.

Sebagai orang nomor satu di lingkungan Sumenep, Busyro memberikan pemerhati bagi orang tua murid dan masyarakat, agar mendidik anaknya menjadi seorang pejuang dalam menempa ilmu nantinya.

“Bagaimana jiwa anak-anak ini terlatih menjadi jiwa pejuang, tidak hanya sekedar belajar namun membanggakan orang tua bangsa dan negara,” tutupnya. (MR/NR)