maduraindepth.com – Upaya mencegah penyimpangan pengelolaan dana desa terus diperkuat. Inspektorat melalui PLT Irban Wilayah 1, Ali Majdi, menggandeng kejaksaan menggelar sosialisasi antikorupsi bagi perangkat desa di Kantor Kecamatan Camplong, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan bertema “Membangun Integritas Desa Melalui Tata Kelola Desa dan Administrasi yang Akuntabel” itu diikuti kepala desa, Pj kepala desa, bendahara atau kaur keuangan, sekretaris desa, serta BPD dari 14 desa.
Dalam kegiatan tersebut, pihak kejaksaan menghadirkan Kepala Seksi Intelijen, Diecky E.K. Andriyansyah, bersama jaksa Misjoto sebagai narasumber. Keduanya memberikan pemahaman terkait aspek hukum dalam pengelolaan dana desa, termasuk potensi risiko hukum jika terjadi penyimpangan.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan, Diecky E.K. Andriyansyah, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan dana desa agar tidak berujung pada persoalan hukum.
“Pengelolaan dana desa harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Jangan sampai karena kelalaian atau ketidaktahuan justru berpotensi menimbulkan masalah hukum,” tegasnya.
Peserta tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Sejumlah perangkat desa aktif mengajukan pertanyaan, terutama terkait pengelolaan keuangan desa dan administrasi yang sesuai ketentuan.
Ali Majdi menegaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perangkat desa dalam mengelola keuangan serta aset desa secara benar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan pengelolaan keuangan dan aset desa dilakukan secara benar, sehingga dapat meminimalisir potensi penyimpangan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah kasus di desa kerap terjadi bukan semata karena kesengajaan, melainkan akibat minimnya pemahaman terhadap regulasi.
“Banyak yang terjadi karena ketidaktahuan, misalnya dalam pengelolaan Silpa dan administrasi keuangan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Camat Camplong, H. M. Maulid menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh program desa dapat berjalan tepat guna dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh desa hadir lengkap dalam kegiatan ini,” pungkasnya.
Inspektorat memastikan sosialisasi serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai upaya memperkuat tata kelola desa yang transparan dan akuntabel.(Poer/MH)














