Akibat Longsor, Lima Remaja Santriwati di Pamekasan Meninggal Dunia

Longsor Pamekasan
Warga membersihkan reruntuhan bangunan akibat longsor di Ponpes An-Nidhomiyah, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Rabu (24/2). (Foto: Umarul Faruk/MI)

maduraindepth.com – Asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nidhomiyah yang berada di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan roboh akibat tertimpa tanah longsor, Rabu (24/2) dini hari. Akibat bencana alam itu, lima santriwati meninggal dunia.

“Saat curah hujan dengan etensitas cukup tinggi yang disertai angin kencang. Sehingga mengakibatkan gerusan tanah yang terjal menjadi longsor dan menimpa bangunan penginapan para santriwati yang berjumlah 47 orang,” terang Kapolsek Pasean Iptu Togiman.


Diterangkan, santriawati yang meninggal dunia akibat tertimpa longsor di antaranya, Rubiatul Adhaia, 14, satriwati asal Karang Penang, Sampang. Kemudian, Siti Khomariyah, 14, santriwati asal Sumber Jambi, Jember dan Santi, 14, satriwati asal Dukuh Mencek, Suko Ramli, Jember.

Korban lainnya yakni, Nur Azizah, 13, satriwati asal Dukuh Mencek, Suko Ramli, Jember serta Nabila, 12, satriwati asal Pasongsongan, Sumenep.

Selain itu, lanjut Togiman, terdapat santriawati mengalami patah tulang. Diduga akibat tertimpa serpihan bagunan asrama putri yang roboh. “Nurul Qomariyah, gadis 15 tahun asal Sumber Jambi, Jember. Saat ini, masih dirawat di Puskesmas,” papar Togiman.

Dia menegaskan, situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan kondusif. (RUK/BAD)