Didukung Pemkab Sumenep, Turnamen Bal Budhi Resmi Digelar di Kalianget

Turnamen Bal budhi tingkat SD /MI resmi di selenggarakan. ( Foto : arifcoolbreak/ MID ).

maduraindepth.com – Guna melestarikan warisan budaya dan menekan ketergantungan anak terhadap gadget, Komunitas Kancah Pendidikan (KKP) menggelar Turnamen Permainan Tradisional Bal Budhi Tingkat SD / MI di Lapangan Trunojoyo, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Sabtu, ( 24/10/2026 ).

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 24 hingga tanggal 31 Oktober 2026 ini dibuka secara gratis untuk seluruh peserta didik dari Kecamatan Kalianget, Talango, dan Kota Sumenep. Pertandingan dijadwalkan berlangsung setiap sore pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Langkah KKP dalam menghidupkan kembali tradisi lokal ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, serta Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan, menyambut positif gagasan KKP. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai edukatif yang sangat baik dalam membentuk karakter dan kedisiplinan para siswa di luar lingkungan sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari KKP. Ini langkah nyata untuk membentengi anak-anak kita dari dampak negatif teknologi serta membentuk karakter siswa yang sehat, aktif, dan sportif. Kegiatan positif seperti ini patut kita dukung penuh agar peserta didik memiliki ruang bersosialisasi yang nyata,” ungkap Moh. Iksan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan pentingnya menjaga kebudayaan dan olahraga tradisional khas daerah agar tidak punah ditelan zaman. Ia berharap event ini dapat menjadi wadah pembinaan olahraga tradisional secara berkelanjutan.

Baca juga:  Selama Ramadhan, RSUD Sumenep Terapkan Pakaian Islami

“Bal Budhi adalah aset budaya dan olahraga tradisional lokal yang kaya akan nilai-nilai luhur. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai turnamen seremonial saja, tetapi bisa rutin digelar. Ke depan, tidak menutup kemungkinan dari ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet olahraga tradisional yang siap membawa nama harum Sumenep,” terang Faruk Hanafi.

Ketua KKP, Herli Wahyudi, menyampaikan bahwa tujuan utama dari turnamen ini adalah untuk merawat dan mengenalkan kembali permainan tradisional yang kian tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, Bal Budhi merupakan salah satu permainan lokal Sumenep yang saat ini mulai dilupakan oleh generasi muda.

“Kami mencoba mengenalkan kembali permainan Bal Budhi agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada gawai atau Handphone. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang positif bagi mereka untuk menyalurkan bakat dan hobi,” ujar Herli.

Herli menjelaskan, Bal Budhi merupakan permainan tradisional yang sangat sederhana dan hemat biaya. Cara memainkannya terbilang mudah, yakni menggunakan bola kasti yang dipukul langsung menggunakan tangan. Pihak penyelenggara menggratiskan seluruh biaya pendaftaran agar dapat diikuti oleh sebanyak mungkin pelajar.

Lebih lanjut, ia berharap turnamen ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sarana penanaman karakter bagi anak-anak. Melalui permainan ini, anak-anak dapat belajar nilai-nilai kebersamaan, kerja sama tim, ketangkasan, sportivitas, kesabaran, serta mempererat tali silaturahmi.

Baca juga:  Ungkap Pelaku Curanmor di Masjid Agung Sumenep, Polisi Gunakan Paranormal

Menanggapi dukungan penuh Pemkab Sumenep, Herli Wahyudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan menyukseskan gelaran tersebut.

“Alhamdulillah, Pemkab Sumenep melalui Disbudporapar dan Dinas Pendidikan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapan kami ke depan, Bal Budhi kembali digemari masyarakat luas dan terus dilestarikan oleh generasi penerus,” pungkas Herli.(Arif Coolbreak/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *