maduraindepth.com – Setelah sekitar 10 tahun vakum, Lomba Cerdas Cermat Klompencapir Pertanian kembali digelar di Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kelompok tani untuk menguji pengetahuan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan bertajuk Lomba Cerdas Cermat Klompencapir Pertanian 2026 tersebut digelar Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sampang bersama para penyuluh pertanian. Klompencapir merupakan singkatan dari Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa.
Mengusung semangat “Pertanian Maju, Sampang Hebat!”, kegiatan diikuti 18 tim dari desa/kelurahan se-Kecamatan Sampang. Masing-masing tim beranggotakan tiga orang.
Koordinator BPP Kecamatan Sampang sekaligus panitia, Alif Rizki Nursianki, yang akrab disapa Kiki, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas bukan sekadar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga meningkatkan pengetahuan petani, khususnya terkait pertanian.
“Kami berinisiatif mengadakan acara yang bukan hanya meriah, tetapi juga dapat menambah pengetahuan di bidang pertanian bagi para petani atau kelompok tani,” ujarnya.
Hasil perlombaan menempatkan Kelurahan Banyuanyar sebagai juara pertama, disusul Kelurahan Polagan sebagai juara kedua dan Desa Aeng Sareh sebagai juara ketiga.
Selain cerdas cermat, panitia juga menggelar lomba yel-yel antarkelompok. Desa Pekalongan terpilih sebagai kelompok dengan yel-yel terbaik.
Lurah Banyuanyar Moh. Ajir, S.Sos. mengatakan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan intensif selama sekitar satu minggu. Persiapan mencakup kostum, yel-yel hingga materi pengetahuan pertanian yang dipelajari dari berbagai referensi, termasuk internet.
“Persiapannya satu minggu penuh. Kami menyiapkan kostum, yel-yel dan materi terkait pengetahuan pertanian,” katanya.
Ajir juga menyampaikan terima kasih kepada Halimatus Sakdiyah selaku pendamping penyuluh Kelurahan Banyuanyar yang telah memberikan pendampingan dan pengalaman kepada kelompok tani.
Sementara itu, Camat Sampang Aminullah, S.Pd., mengapresiasi kembali digelarnya kegiatan yang sempat terhenti sekitar satu dekade tersebut. Menurutnya, kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi petani untuk mengasah kemampuan sekaligus memperkuat kebersamaan antarkelompok tani.
Menurut Aminullah, kegiatan Klompencapir memiliki nilai manfaat karena tidak hanya menghadirkan kemeriahan dalam momentum kemerdekaan, tetapi juga mendorong petani mengeksplorasi pengetahuan dan kemampuan di bidang pertanian.
Ke depan, ia mendorong kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan dengan konsep yang lebih beragam. Selain perlombaan, pemerintah kecamatan berencana menghadirkan bazar produk unggulan petani serta lomba kuliner tradisional.
“Selain ada lomba ini, satu momentum kita buat ada bazarnya juga, menampilkan produk-produk unggulan dari petani,” ujarnya.
Sementara Kiki berharap kegiatan Klompencapir dapat memacu kreativitas, semangat, dan inovasi kelompok tani serta ikut mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan berkelanjutan.(Poer/MID)













