maduraindepth.com – Kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur yang menjadi perhatian luas di Kabupaten Sampang mendorong pentingnya penguatan edukasi, pengawasan, dan perlindungan terhadap remaja. Menyikapi persoalan tersebut, dua pelajar SMAN 1 Sampang yang terpilih sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Sampang 2026 menyatakan siap mengambil peran melalui edukasi kepada teman sebaya.
Juara I Duta GenRe Putra Kabupaten Sampang 2026, Arjuna Wisnu, dan Juara II Duta GenRe Putri, Shafira Maulida, merupakan siswa kelas XII SMAN 1 Sampang.
Arjuna mengaku prihatin atas kasus rudapaksa anak yang terjadi di Kabupaten Sampang. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian bersama agar upaya perlindungan terhadap anak dan remaja semakin diperkuat.
“Sebagai Duta GenRe, kami dipandang sebagai role model. Karena itu, kami ingin memberikan pemahaman kepada teman sebaya tentang pentingnya menjaga diri dan memahami risiko dalam pergaulan,” ujarnya.
Ia mengatakan, edukasi akan dilakukan melalui pendekatan Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Materi tersebut mencakup pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA), perilaku seksual berisiko, serta HIV dan AIDS.
Menurut Arjuna, perkembangan teknologi dan media sosial turut memengaruhi pola pergaulan remaja. Karena itu, kemampuan menyaring informasi, pendampingan keluarga, serta pengawasan lingkungan pendidikan menjadi penting untuk mencegah pengaruh negatif.
Sementara itu, Shafira menegaskan bahwa Duta GenRe tidak hanya bertugas menyampaikan edukasi, tetapi juga harus menjadi contoh melalui sikap dan perilaku sehari-hari.
“Kami ingin mengedukasi teman-teman tentang kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, serta merencanakan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, edukasi kesehatan juga mencakup pencegahan stunting sejak usia remaja, termasuk pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.
Melalui peran tersebut, keduanya berharap keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, tokoh masyarakat, dan media dapat memperkuat perlindungan anak serta mencegah terulangnya kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sampang.(Poer/MID)












