Cegah Pelecehan Seksual, SMKN 1 Sampang Perkuat Pendidikan Karakter Sejak MPLS

Kepala SMKN 1 Sampang, Suherman Hidayat, menegaskan penguatan pendidikan karakter menjadi prioritas melalui MPLS Ramah sebagai upaya mencegah perundungan, pelecehan seksual, dan berbagai bentuk kenakalan remaja di lingkungan sekolah.(Poer/MID)

maduraindepth.com – Kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak yang belakangan menjadi perhatian publik di Kabupaten Sampang mendorong SMKN 1 Sampang memperkuat pendidikan karakter sejak hari pertama peserta didik menginjakkan kaki di sekolah.

Melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, sekolah tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar kepada siswa baru, tetapi juga memberikan pembekalan mengenai etika pergaulan, pencegahan perundungan (bullying), bahaya narkoba, rokok, judi online, serta pentingnya menghormati hak dan martabat setiap orang.

Kepala SMKN 1 Sampang, Suherman Hidayat, menegaskan bahwa pembinaan karakter menjadi benteng utama untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang di kalangan pelajar, termasuk pelecehan dan kekerasan seksual.

“Kami terus menanamkan nilai-nilai akhlak, kedisiplinan, rasa saling menghormati, serta tanggung jawab kepada seluruh siswa. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa segala bentuk pelecehan, kekerasan, maupun tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi yang serius,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui materi selama MPLS. Pendidikan karakter akan terus diperkuat secara berkelanjutan melalui pembinaan oleh guru, wali kelas, guru bimbingan dan konseling (BK), kegiatan keagamaan, serta berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang membentuk sikap dan perilaku positif siswa.

Ia menilai, pengawasan dari sekolah harus berjalan seiring dengan peran orang tua. Karena itu, komunikasi dengan wali murid terus diperkuat agar perkembangan perilaku siswa dapat dipantau bersama, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Baca juga:  Terkuak, Oknum Pelajar yang Terlibat Tawuran Berasal dari SMKN 1 Sampang

“Pembentukan karakter tidak bisa dibebankan kepada sekolah saja. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak, termasuk aktivitas mereka di media sosial,” katanya.

Selain itu, sekolah juga menyediakan ruang konsultasi bagi siswa yang menghadapi persoalan maupun menjadi korban perundungan atau kekerasan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong siswa berani melapor sejak dini sehingga setiap persoalan dapat segera ditangani secara tepat.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Sampang menerima 312 siswa baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel) pada tujuh program keahlian. Program Keahlian Farmasi kembali menjadi pilihan utama calon peserta didik. Kendati demikian, sekolah belum berencana menambah kuota karena mempertimbangkan keseimbangan penerimaan siswa di program keahlian lainnya, sehingga seluruh jurusan tetap memiliki komposisi peserta didik yang proporsional.

Dengan penguatan pendidikan karakter yang diterapkan sejak MPLS dan berlanjut selama proses pembelajaran, SMKN 1 Sampang berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.(Poer/MID)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *