Al-Amien Prenduan Siap Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, Sekitar 100 Ribu Jamaah Bakal Hadir

maduraindepth.com — Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 pada 17–19 Juli 2026. Panitia memperkirakan pertemuan akbar tersebut akan dihadiri sekitar 75 ribu hingga 100 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara.

Mengusung tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah”, kegiatan ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar jamaah Tarekat Tijaniyah di Indonesia pada tahun ini.

Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, KH Junaidi Rasyidi mengatakan besarnya jumlah peserta menunjukkan kuatnya ikatan spiritual di kalangan pengamal tarekat sekaligus menjadi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen kebangsaan.

“Kehadiran puluhan ribu jamaah ini menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, mempererat silaturahmi, sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan,” kata Junaidi.

Ia menjelaskan, Tarekat Tijaniyah atau Ath-Thariqah At-Tijaniyah didirikan oleh Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani (1737–1815). Tarekat ini berkembang di berbagai negara, seperti Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Palestina, Sudan, Mauritania, Senegal, dan Nigeria.

Di Indonesia, jumlah pengikut Tarekat Tijaniyah diperkirakan mencapai sekitar 10 juta orang. Basis jamaah terbesar berada di Jawa Barat, Jawa Timur khususnya wilayah Madura dan Tapal Kuda, serta Jawa Tengah.

Panitia menyebut sejumlah tokoh Tarekat Tijaniyah dari luar negeri dijadwalkan hadir, di antaranya Sayyidi Syarif Muhammad Alhabib dan Sayyidi Syekh Muhammad Oali Binduwainah dari Aljazair, Sayyidi Syekh Muhammad Hafidz Al-Mishri dari Mesir, serta Sayyidi Syekh Muhammad Alhabib Aljakkani dari Maroko.

Baca juga:  Puskesmas Kedungdung Sambangi Balita Gizi Buruk

Selain itu, sekitar 200 muqaddam dari berbagai provinsi di Indonesia juga akan mengikuti kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat pemerintah, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Agama, Gubernur Jawa Timur, serta para kepala daerah di empat kabupaten Madura, juga dijadwalkan hadir.

Selama tiga hari pelaksanaan, jamaah akan mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari wirid lazimah, ijtima’ wadhifah dan hailalah, istighasah, khalwat Tijani, pembacaan Shalawat Fatih berjamaah, manaqib At-Tijani, tausiyah para syurafa’ dan muqaddam, hingga halaqah muqaddam se-Indonesia.

Menurut Junaidi, Idul Khotmi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga momentum memperkuat hubungan spiritual kepada Allah SWT sekaligus meneguhkan semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap tanah air.

“Kami mengajak seluruh jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir yang istiqamah, memperkokoh ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan cinta tanah air sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam,” ujarnya.

Panitia, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten di Madura, aparat keamanan, tenaga kesehatan, serta para relawan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung aman dan tertib.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH Ahmad Fauzi Tijani, M.A., mengatakan menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional merupakan amanah sekaligus kehormatan bagi pesantren yang dipimpinnya.

Menurut Fauzi, pesantren selama ini tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga berperan dalam pembinaan akhlak serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Baca juga:  KPU Sampang Tetapkan Perolehan Kursi dan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten

“Kami menyambut seluruh jamaah sebagai saudara seiman yang datang untuk memperkuat dzikir, mempererat ukhuwah, serta memperbarui komitmen pengabdian kepada Allah SWT, bangsa, dan negara,” katanya.

Ia menegaskan, ajaran Tarekat Tijaniyah mendorong lahirnya pribadi yang dekat dengan Allah sekaligus memiliki kepedulian sosial, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semakin dekat seseorang kepada Allah SWT, semakin besar pula tanggung jawabnya menghadirkan kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan di tengah kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Fauzi berharap Idul Khotmi Nasional menjadi sarana memperkuat iman, memperluas persaudaraan, sekaligus menunjukkan bahwa Islam dan tarekat merupakan kekuatan moral dalam membangun peradaban yang damai, berkeadaban, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain menjadi agenda spiritual, penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional diperkirakan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat Madura. Panitia menyiapkan Bazar dan Ekspo UMKM yang diikuti 121 pelaku usaha dari empat kabupaten di Madura, serta menggelar Gebyar Rebana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, transportasi, dan jasa selama pelaksanaan Idul Khotmi Nasional,” kata Junaidi. (*)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *