maduraindepth.com – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang memastikan berbagai program pendukung budidaya tembakau tetap berjalan pada 2026 meski alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) mengalami penurunan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Ir. Suyono, mengatakan alokasi DBHCHT untuk sektor pertanian tahun ini berkisar Rp4 miliar. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pembibitan tembakau, penyediaan sarana produksi, hingga pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Yang tetap kami dorong adalah pembibitan tembakau dan penguatan petani melalui berbagai bantuan yang memang diperbolehkan dalam pemanfaatan DBHCHT,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Nurdin, menjelaskan bahwa berkurangnya alokasi DBHCHT di tingkat kabupaten merupakan dampak dari penurunan pembagian anggaran dari pemerintah provinsi.
“Karena alokasi dari provinsi turun, otomatis jatah yang diterima kabupaten juga ikut berkurang,” katanya.
Meski demikian, program pembibitan tembakau tetap dilaksanakan. Tahun ini terdapat 17 kelompok tani yang mendapat program pembibitan. Bibit yang dihasilkan nantinya akan dibagikan kepada petani di wilayah sekitar.
Selain pembibitan, DBHCHT juga dialokasikan untuk pengadaan berbagai bantuan sarana pertanian, yakni 30 unit hand traktor, 15 unit kultivator, 30 unit mesin perajang tembakau, serta 50 ton pupuk non-subsidi.
Nurdin menegaskan bahwa pupuk bersubsidi memang tidak diperuntukkan bagi tanaman tembakau. Karena itu, bantuan pupuk yang disalurkan kepada petani tembakau menggunakan pupuk non-subsidi.
Di sisi lain, Suyono mengimbau petani untuk aktif berkoordinasi dengan petugas lapangan apabila terjadi serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Dinas Pertanian, lanjutnya, telah menyiapkan bantuan obat-obatan gratis untuk pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Kalau ada serangan, laporkan. Petugas akan turun mengecek dan memberikan obat sesuai kebutuhan. Itu gratis,” tegasnya.
Menurut Dinas Pertanian, berbagai program tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas tembakau Sampang sekaligus memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi musim tanam tahun ini.(Poer/MH)














