Energy  

HCML Vendor Day 2026 Perkuat Komitmen Kemajuan Usaha Hulu Migas

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan [baju putih]. (Foto: Istimewa)

maduraindepth.com — Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menggelar Vendor Day 2026 pada 22–23 April 2026 di Praxis Tower, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan daya saing penyedia barang dan jasa dalam industri hulu minyak dan gas bumi.

Acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (Earth Day) ini diikuti oleh para Penyedia Barang/Jasa terutama yang berdomisili di wilayah operasi HCML di Jawa Timur. Sejumlah perwakilan SKK Migas turut hadir, di antaranya Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan dan Koordinator Strategi Rantai Suplai Finda Nurantyas.

Dalam kegiatan tersebut, HCML bersama SKK Migas menyosialisasikan berbagai regulasi dan sistem terbaru, termasuk Amendment PTK 007 Revisi 5, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta ketentuan kepabeanan. Selain itu, peserta juga mengikuti coaching clinic terkait pemanfaatan platform digital yang mendukung efisiensi pengadaan di sektor hulu migas.

Koordinator Strategi Rantai Suplai SKK Migas, Finda Nurantyas mengatakan pemanfaatan sistem digital terus meningkat. Hingga April 2026, sebanyak 30.567 penyedia barang dan jasa telah terdaftar dalam CIVD (Centralized Integrated Vendor Database). Sementara itu, nilai transaksi melalui platform IOG e-Commerce tercatat mencapai sekitar Rp846,6 miliar per Maret 2026.

“Angka ini menunjukkan bahwa pemanfaatan CIVD & IOG e-Commerce terus berkembang untuk pengadaan yang lebih cepat, transparan, kompetitif dan efisien” kata Finda.

Baca juga:  IKA PMII Sampang Dilantik, Tamsul Sebut Otonomi SKK Migas Perlu Dikaji Ulang
HCML
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan [tiga dari kiri] foto bersama dengan peserta Vendor Day. (Foto: Istimewa)

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan menambahkan, CIVD menyediakan berbagai informasi penting bagi penyedia barang/jasa, mulai dari rencana pengadaan hingga regulasi terbaru di sektor hulu migas. Ia mendorong para penyedia barang dan jasa memanfaatkan platform tersebut secara optimal.

“Untuk itu, Penyedia barang/jasa diharapkan dapat memanfaatkan CIVD dengan optimal” kata Anggono Mahendrawan.

Selain sistem dari SKK Migas, HCML juga memperkenalkan aplikasi internal perusahaan, seperti INVIMART untuk pengelolaan material secara elektronik dan IVONE untuk proses penagihan daring. Kedua aplikasi ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi yang tengah didorong perusahaan.

Sr. Head of Planning, Bidding & Reporting HCML, Oky Eldyagusta, mengatakan minat terbesar peserta tahun ini tertuju pada sistem e-CHSEMS (Electronic Construction Health, Safety, Environment Management System). Menurut dia, hal itu menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya standar keselamatan dan lingkungan.

“Yang pada akhirnya, diharapkan K3LL bukan hanya tentang sertifikat kompetensi melainkan menjadi budaya di lingkungan Perusahaan dan kehidupan sehari-hari” ujar Oky.

Ia menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen HCML dalam program kerja dan anggaran perusahaan 2026 untuk pembinaan mitra usaha. Melalui forum ini, HCML berharap kompetensi penyedia barang dan jasa, khususnya di Jawa Timur, semakin meningkat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Baca juga:  Peduli Nelayan Pulau Mandangin, HCML Salurkan Bantuan Jaring Purse Sein

“Sinergi dan kolaborasi antar pelaku industri hulu migas diharapkan semakin kuat,” kata Oky. (*/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *