maduraindepth.com – Ruang kelas di SDN Pangelen 1 roboh pada Jumat malam (10/4/2026) sekitar pukul 22.00–23.00 WIB, setelah lebih dari satu tahun dalam kondisi rusak dan belum mendapat perbaikan.
Salah satu guru SDN Pangelen 1, Sabilul Alim, mengatakan bangunan yang roboh tersebut sudah lama dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris ambruk. Menurutnya, kerusakan itu telah beberapa kali dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk disertai dokumentasi foto.
“Bangunan ini memang sudah lama rusak dan hampir roboh. Sudah pernah dilaporkan, tapi belum ada tindakan,” ujar Sabilul Alim, Sabtu (11/4/2026).
Karena dinilai tidak aman, ruang kelas tersebut sudah tidak digunakan selama lebih dari setahun. Selama itu, siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar kelas dan bergantian dengan kelas lain.
“Anak-anak selama ini belajar di luar kelas, gantian. Yang terdampak kelas 6, jumlahnya 28 siswa,” katanya.
Kondisi ini juga dibenarkan Jauhari, wali murid sekaligus warga Desa Pangelen. Menurutnya, bangunan itu sudah lama ditopang menggunakan batang kayu untuk menahan atap agar tidak ambruk.
“Sudah lama rusak, bahkan dipasang kayu penyangga. Saya khawatir karena anak saya kelasnya ada di sebelahnya,” ujarnya.
Warga lain yang rumahnya berdekatan dengan sekolah menyebut, pada hari kejadian wilayah tersebut diguyur hujan lebat siang harinya.
“Siangnya hujan lebat, lalu malam sekitar jam 10 sampai 11 bangunan itu roboh,” kata warga.
Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, M. Yusuf, S.Pd, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan singkat bahwa bangunan tersebut sudah diusulkan ke program revitalisasi sekolah, yakni program rehabilitasi bangunan yang diajukan secara bertahap ke pemerintah pusat melalui aplikasi khusus berdasarkan tingkat kerusakan sekolah.
“Terimakasih, sudah diusulkan ke revit,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.(Poer/MH)














