maduraindepth.com – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu menyisakan duka bagi ratusan kepala keluarga. Tim gabungan penanggulangan bencana kini mulai menyisir lokasi terdampak untuk melakukan asesmen terhadap rumah warga yang rusak diterjang angin kencang.
Data sementara menunjukkan, Kecamatan Pragaan menjadi wilayah terdampak paling parah dengan total 178 rumah rusak. Disusul Kecamatan Guluk-Guluk sebanyak 8 rumah, dan Kecamatan Bluto yang mencatatkan 2 rumah dengan kategori rusak berat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Achmad Laili Maulidy menjelaskan, asesmen ini melibatkan tim lintas sektor, mulai dari Dinas Permukimhub, PUPR, hingga unsur TNI/Polri. Tujuannya, untuk menentukan klasifikasi kerusakan: ringan, sedang, atau berat.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan data akurat. Ini akan menjadi dasar hukum dan teknis untuk menentukan bantuan atau langkah pemulihan selanjutnya,” ujar Laili saat dikonfirmasi Maduraindepth, Rabu (4/2/26).
Meski pendataan tengah berlangsung, tantangan utama di lapangan adalah kecepatan verifikasi. Masyarakat yang rumahnya rusak berat kini sangat bergantung pada langkah taktis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar proses renovasi tidak terkatung-katung.
Laili menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen mempercepat validasi data agar bantuan tepat sasaran. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini masih fluktuatif dan berpotensi memicu bencana susulan.
“Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Segera melapor jika ada keadaan darurat. Semangat gotong royong warga juga sangat dibutuhkan untuk membantu tetangga yang rumahnya hancur,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan sinkronisasi data lapangan. Kejelasan mengenai nominal bantuan atau bentuk kompensasi bagi warga terdampak masih menunggu hasil final asesmen dan kebijakan anggaran daerah. (*/MH)














