banner 728x90

Timer PJU Dicuri di JLS, Polisi Mulai Selidiki, Dishub Akui Ada Kelalaian Awal

Kabid Perhubungan Darat/Lalu Lintas Jalan Dishub Sampang memberikan keterangan terkait pencurian timer PJU di Jalan Lingkar Selatan (JLS).(Foto: Poer/MID)

maduraindepth.com – Kasus pencurian timer lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Sampang kini mulai ditangani aparat kepolisian. Setelah sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang menyebut belum melaporkan kejadian tersebut, pihak kepolisian memastikan kasus ini sudah masuk tahap penyelidikan.

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada pelaku yang diamankan. Proses pengungkapan masih menemui kendala karena kondisi di lapangan tidak mendukung.

“Lokasi kejadian relatif sepi, saksi sangat minim, dan tidak terdapat CCTV di sekitar lokasi. Saat ini masih kami lakukan penyelidikan,” kata AKP Eko.

Sementara itu, Kepala Bidang Perhubungan Darat/Lalu Lintas Jalan Dishub Sampang, Khotibul Umam, menjelaskan bahwa satu unit timer PJU memiliki peran yang sangat vital. Satu timer mengendalikan sekitar 80 titik lampu jalan, sehingga ketika alat tersebut dicuri, seluruh lampu langsung padam.

“Nilai barangnya memang tidak besar, sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu, tergantung merek. Namun dampaknya besar karena menyangkut keselamatan pengguna jalan,” jelas Khotib.

Ia juga mengakui adanya kelalaian pada penanganan awal kejadian, di mana laporan ke kepolisian tidak langsung dilakukan. Panel PJU yang rusak langsung diperbaiki agar lampu kembali menyala, sehingga kondisi tempat kejadian perkara telah banyak tersentuh sebelum proses penyelidikan.

Baca juga:  Dishub Sampang Ajak Warga Dukung Transportasi Andal di Momen Harhubnas 2025

“Perbaikan dilakukan agar tidak membahayakan masyarakat, tetapi itu berdampak pada kondisi TKP,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Sampang menilai pemasangan CCTV di area panel PJU dan simpang rawan menjadi solusi paling realistis untuk mencegah kejadian serupa. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Dishub berencana mengusulkan pengadaan CCTV melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau pada penganggaran tahun berikutnya, mengingat kasus pencurian aset negara di JLS sudah terjadi berulang kali dan dinilai semakin meresahkan.(Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *