banner 728x90

Hanya Aktif Tiap Jumat, SDN Batoporo Timur 1 Terancam Ditutup

Kadisdik Sampang, Nor Alam, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait aktivitas belajar mengajar di SDN Batoporo Timur 1, Rabu (21/1/2026).

maduraindepth.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang membeberkan kondisi aktual aktivitas belajar mengajar di SDN Batoporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, yang belakangan menjadi sorotan publik. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam, menyampaikan bahwa proses pembelajaran di sekolah tersebut saat ini hanya berlangsung satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat.

Penjelasan itu disampaikan Nor Alam usai pertemuan dengan Kepala SDN Batoporo Timur 1 beserta seluruh guru, Rabu (21/1/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Inspektorat Kabupaten Sampang Ariwibowo Sulistyo serta Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Sudarmanta.

Nor Alam menjelaskan, pada hari Jumat kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kehadiran guru lengkap sebanyak tujuh orang. Sementara di luar hari tersebut, guru tetap masuk ke sekolah, namun tidak terdapat aktivitas pembelajaran karena keterbatasan jumlah siswa.

“Setiap hari Jumat pembelajaran berjalan normal. Di hari lain guru tetap hadir, tetapi tidak ada proses belajar mengajar,” ujar Nor Alam.

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut merupakan dampak lanjutan pasca pandemi COVID-19. Setelah masa pandemi, sebagian besar siswa memilih melanjutkan pendidikan ke madrasah ibtidaiyah (MI), sehingga jumlah peserta didik di sekolah dasar tersebut semakin berkurang.

Terkait minimnya siswa di SDN Batoporo Timur 1, Nor Alam menegaskan bahwa hal itu merupakan pilihan orang tua dan wali murid. Menurutnya, tidak ditemukan adanya unsur paksaan atau tekanan dalam menentukan jalur pendidikan.

Baca juga:  Bayi Perempuan di Sampang Lahir Dengan 24 Jari di Tangan dan Kaki

“Pilihan sekolah sepenuhnya berada di tangan orang tua,” katanya.

Sebagai langkah lanjutan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang akan melakukan penyandingan data siswa dengan Kementerian Agama. Orang tua dan wali murid akan diminta menentukan secara tegas pilihan pendidikan anak, apakah tetap di sekolah dasar atau beralih ke madrasah.

Nor Alam menyebutkan, apabila mayoritas orang tua memilih madrasah, maka SDN Batoporo Timur 1 akan ditutup secara resmi. Seluruh guru akan dipindahkan ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik.

Selain itu, Nor Alam juga menjelaskan terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bantuan tersebut tetap disalurkan setiap hari sesuai jumlah siswa yang tercatat secara resmi. Karena sebagian siswa bersekolah di madrasah, penyaluran MBG dilakukan saat siswa pulang dari madrasah yang melintas di depan sekolah. Sementara sisa bantuan dibagikan kepada warga sekitar agar tidak terbuang.

Nor Alam memastikan data siswa SDN Batoporo Timur 1 telah diverifikasi melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dan tercatat dalam sistem Dapodik.

Sementara terkait penggunaan smart panel dan konsumsi listrik yang bersumber dari dana BOS, pihaknya akan meminta klarifikasi lanjutan dari sekolah untuk memastikan pemanfaatan fasilitas sesuai ketentuan. (Poer/MH)

banner 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *