Warga Tuntut Pengadaan Kapal, Zainal: Masih Tahap Finishing

0
68
Sumekar Line
Audiensi warga Talango dengan pihak PT Sumekar Line dan Dishub, Selasa (3/12/2019) kemarin di aula Pemkab. (Foto: MR/MI)

maduraindepth.com – Usai didemo oleh sejumlah masyarakat Pulau Talango, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Selasa (3/12/2019), di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Dinas Perhubungan (Dishub) dan PT. Sumekar Line akhirnya bicara.

Pasalnya, warga Talango terus menuntut agar pelayanan armada pelabuhan yakni kapal Kalianget-Talango tersebut cepat dicarikan solusi. Sebab, bertambahnya jumlah penduduk tidak memungkinkan menampung sejumlah pengguna jasa transportasi laut itu berjalan maksimal.

Eliyanto, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, tanpa basa-basi langsung melayangkan tuntutan dan meminta pertanggungjawaban Dishub atas kemelut akses kepulauan Talango. “Tolong, perhatikan keluhan kami jangan hanya diberi janji,” jelasnya, Selasa (3/12/2019) saat lakukan orasi.

Kendati begitu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumenep Agustiono Sulasno menjelaskan bahwa ada tiga kapal yang sebelumnya beroperasi. Namun, ada satu kapal yang surat ijin beroperasinya sudah mati sejak 2015.

“Selain itu, ada lagi permasalahan dengan kondisi layak pakai kapal, sehingga kini tinggal satu,” ungkapnya, Rabu (4/12).

Dia mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha untuk menanggulangi permasalahan armada di Pulau Talango. “Yang jelas, kami sudah bekerjasama dengan PT Sumekar Line, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Sumenep di bidang pembuatan armada baru di Talango, nanti bisa ditanyakan sendiri,” jelasnya.

Ditempat lain, direktur PT Sumekar Line, Achmad Zainal Arifin, memastikan armada untuk akses Kalianget-Talango sudah bisa beropersi pada awal Januari 2020 mendatang. “Sekarang tahap finishing, sudah pemasangan mesin,” kata dia.

Sayangnya, pihaknya masih menginsyaratkan bahwa armada yang tengah dalam pengerjaan tersebut bisa cepat beroperasi, jika surat ijin beroperasi dari Dishub keluar. “Nanti juga tergantung surat perizinannya,” terang Zainal pada media ini.

Sementara itu, Kadishub Agus menimpali, mulai Januari 2020 mendatang, segala hal yang terkait dengan administrasi armada akan segera diselesaikan. “Paling lambat Pebruari, kami akan selesaikan agar cepat beroperasi,” pungkasnya. (MR/AJ)